Perayaan Waisak Bersama KBI Jakarta Wujud dari Kerukunan Umat Beragama

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 07 Juni 2026 | 12:49 WIB
Perayaan Waisak 2570 Tahun Buddhis/2026. (SinPo.id/dok. KBI DKI)
Perayaan Waisak 2570 Tahun Buddhis/2026. (SinPo.id/dok. KBI DKI)

SinPo.id - Majelis Buddhayana Indonesia DKI Jakarta menggelar Perayaan Waisak Bersama Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) DKI Jakarta 2570 Tahun Buddhis/2026 yang diselenggarakan di Auditorium Prasadha Jinarakkhita, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.  

Acara yang dihadiri sekitar 1.000 umat ini mengusung tema "Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia" dengan konsep Waisak Nusantara, sebuah perayaan yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia dalam bingkai nilai-nilai Buddhis.

Selain rangkaian ritual dan puja bakti yang telah dilaksanakan di berbagai vihara dan cetiya di bawah naungan Majelis Buddhayana Indonesia DKI Jakarta, perayaan Waisak Bersama KBI DKI Jakarta 2026 menghadirkan nuansa yang berbeda melalui konsep Waisak Nusantara.

Perayaan berlangsung meriah dengan menggunakan paduan busana daerah dan berbagai penampilan seni budaya daerah dari berbagai penjuru Indonesia, lagu-lagu Buddhis, pembacaan syair-syair suci Dhammapada, doa Waisak bersama, serta sambutan dari para tokoh agama, masyarakat, dan pemerintahan. Ragam budaya yang ditampilkan menjadi simbol nyata bahwa keberagaman dapat hidup berdampingan dalam harmoni dan saling menghormati.

Bagi umat Buddha, Waisak merupakan momentum suci untuk mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Siddhartha Gautama, yaitu kelahiran Pangeran Siddhartha, pencapaian Penerangan Sempurna sebagai Buddha, serta Parinibbana Buddha. Ketiga peristiwa tersebut menjadi pengingat akan ajaran Buddha yang menuntun umat manusia menuju kebahagiaan sejati dan pembebasan dari penderitaan.

Dalam sambutannya, Ketua Majelis Buddhayana Indonesia DKI Jakarta, Ir. Sujanto Latip menyampaikan, konsep Waisak Nusantara lahir dari semangat Buddhayana yang diwariskan oleh Yang Mulia Ashin Jinarakkhita. Ia mengajarkan bahwa umat Buddha Indonesia dapat tumbuh sebagai Buddhis Indonesia yang mencintai, menghormati, dan bangga terhadap kekayaan budaya Nusantara. 

Sujanto secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada pemrov DKI Jakarta yang telah memberikan dukungan perayaan Waisak di Bundaran HI dapat terselenggara dengan baik. 

"Perayaan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi umat Buddha sekaligus wujud nyata toleransi, kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama di Ibu Kota,"ujar Sujanto.

Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan "Illumination of Jakarta, Glow of Peace" untuk menyambut perayaan Waisak. Kegiatan ini menghadirkan berbagai kegiatan spiritual, budaya, dan sosial yang melibatkan umat Buddha. Sinergi ini tak hanya mempererat kohesi sosial, tetapi juga menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sementara itu, Ketua Panitia Waisak Bersama Keluarga Buddhayana Indonesia DKI Jakarta, Irma Gunawan menyatakan, melalui semangat "Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia" pihaknya berharap perayaan Waisak tak hanya menjadi momentum spiritual umat Buddha, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus membangun persaudaraan, memperkuat toleransi, serta menjaga kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perayaan Waisak Bersama KBI DKI Jakarta 2026 terselenggara atas kolaborasi antara lain Sekwil Sangha Agung Indonesia DKI Jakarta dan Banten, Yayasan Buddhayana Indonesia (Yabudhi), Wulan Bahagia, Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Wanita Buddhis Indonesia (WBI), Sekretariat Bersama PMVBI, para donatur, vihara dan cetiya, majelis-majelis agama Buddha, organisasi Buddhis, serta berbagai elemen lintas agama.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI