DKI Siapkan Sistem Peringatan Dini untuk Prediksi Polusi Udara

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:40 WIB
Ilustrasi polusi udara di Jakarta. (SinPo.id/Antara)
Ilustrasi polusi udara di Jakarta. (SinPo.id/Antara)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sistem peringatan dini kualitas udara atau Early Warning System (EWS) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memprediksi kondisi polusi udara beberapa hari sebelum terjadi. 

Sistem ini disiapkan sebagai instrumen pencegahan agar pemerintah dan masyarakat dapat mengambil langkah mitigasi lebih awal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan EWS kualitas udara menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam mengurangi dampak pencemaran udara di ibu kota.

“EWS kualitas udara ini kami siapkan sebagai instrumen pencegahan. Dengan mengetahui potensi kondisi kualitas udara beberapa hari ke depan, pemerintah dapat memperkuat langkah mitigasi yang diperlukan,” kata Dudi, Sabtu, 6 Juni 2026.

Menurut dia, keberadaan sistem tersebut tidak hanya membantu pemerintah dalam menyusun respons terhadap potensi penurunan kualitas udara, tetapi juga memberi kesempatan kepada warga untuk menyesuaikan aktivitas sehari-hari berdasarkan prakiraan yang tersedia.

“Masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan aktivitas dan melakukan langkah perlindungan diri sejak dini,” ujar Dudi.

Dudi mengatakan manfaat terbesar sistem peringatan dini itu akan dirasakan kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak pencemaran udara. 

"Kelompok tersebut meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma dan gangguan paru-paru lainnya," ungkapnya. 

Dengan informasi prakiraan kualitas udara yang lebih akurat dan mudah diakses, kata dia, masyarakat diharapkan dapat melakukan langkah antisipatif ketika kondisi udara diperkirakan memburuk. 

"Langkah tersebut antara lain menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi aktivitas fisik di ruang terbuka, dan mengurangi paparan terhadap polusi udara," ujar Dudi. 

Menurut Dudi, sistem itu akan didukung teknologi SILAM Urban yang memungkinkan penyajian informasi kualitas udara secara lebih rinci dan mudah dipahami masyarakat. 

"Teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi risiko pencemaran udara sekaligus mendukung upaya pengendalian kualitas udara di Jakarta," tandasnya. 

Dia menambahkan, pengembangan sistem peringatan dini ini menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di tengah tantangan pencemaran udara yang masih terjadi di wilayah perkotaan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI