Jelang 500 Tahun Jakarta, Pramono Dorong Kolaborasi Lewat JFF 2026
SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta Future Festival (JFF) 2026 menjadi ruang untuk merumuskan arah pembangunan ibu kota menjelang usia Jakarta yang ke-500 pada 2027.
Festival yang digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, itu mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat umum dalam pembahasan masa depan kota.
Pramono mengatakan festival tersebut merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.
Menurut dia, forum itu menjadi sarana bagi pemerintah untuk memetakan berbagai persoalan sekaligus menyusun perencanaan pembangunan jangka panjang.
“Ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) yang menunjukkan bagaimana Jakarta melihat dan memotret berbagai hal, kemudian merencanakan masa depan Jakarta dengan berbagai pendekatan, seperti budaya, seni, perencanaan infrastruktur, kebijakan, teknokrasi, dan sebagainya,” kata Pramono dalam keterangannya, Sabtu, 6 Juni 2026.
Pramono menilai kegiatan semacam itu perlu terus dilaksanakan untuk meningkatkan daya tarik Jakarta sekaligus melibatkan lebih banyak generasi muda dalam diskusi pembangunan kota. Dia berharap festival tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih beragam bagi warga.
“Mudah-mudahan acara seperti ini tetap bisa kita adakan untuk membuat Jakarta penuh warna, Jakarta penuh pilihan, dan Jakarta bisa apa saja selama itu memberikan kenyamanan dan kebaikan bagi warga Jakarta,” ujarnya.
Adapun JFF 2026 berlangsung selama tiga hari hingga 7 Juni 2026. Sejumlah agenda yang digelar antara lain Jakarta’s Forecast, Urban Talks, Urban Policy Lab, Urban Debate, Urban Study Case, pameran inovasi, serta pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pramono mengungkapkan, salah satu agenda utama festival itu ialah Jakarta’s Forecast, Jakarta 500, Memory, Character, and the Future of a Global City.
"Forum tersebut dirancang untuk mengajak berbagai kalangan merefleksikan identitas dan karakter Jakarta menjelang lima abad usia kota," tutur Pramono.
Selain itu, lanjutnya, penyelenggara menghadirkan 19 profesor dari berbagai universitas internasional untuk bertukar gagasan mengenai pembangunan perkotaan, ketahanan kota, dan tantangan masa depan yang dihadapi Jakarta.
Menurut Pramono, hasil diskusi dan kolaborasi dalam festival itu diharapkan dapat mendorong percepatan transformasi Jakarta menjadi kota global yang kompetitif sekaligus inklusif.
“Kami berharap JFF 2026 menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang konkret untuk mempercepat transformasi Jakarta menuju Top 20 Global City, sekaligus memastikan pembangunan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tandasnya.
