Kemenag Catat Nilai Kurban Iduladha 1447 H Tembus Rp18,28 Triliun

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 05 Juni 2026 | 07:15 WIB
Penjualan hewan kurban di Jakarta. (Agus Priatna/SinPo.id)
Penjualan hewan kurban di Jakarta. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - Pelaksanaan kurban Iduladha 1447 H di masjid-masjid seluruh Indonesia mencatat angka signifikan. Berdasarkan data Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, jumlah hewan kurban yang tersebar mencapai 2.032.753 ekor, terdiri atas 676.866 ekor sapi dan 1.355.887 ekor kambing.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan, data tersebut menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi dalam ibadah kurban sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial yang menjadi ruh Iduladha.

“Pelaksanaan kurban tahun ini menunjukkan partisipasi umat Islam yang sangat baik. Lebih dari dua juta hewan kurban tersebar di berbagai masjid di Indonesia. Ini bukan hanya bentuk ketaatan dalam beribadah, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Arsad saat ditemui di Jakarta, dikutip Jumat, 5

Menurut Arsad, kurban memiliki dampak sosial yang besar karena mampu menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap konsumsi protein hewani. Karena itu, Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial dan pemerataan manfaat bagi masyarakat.

Selain berdampak sosial, pelaksanaan kurban tahun ini juga memiliki nilai ekonomi yang sangat besar. Berdasarkan estimasi harga kurban yang digunakan Baznas, yakni sekitar Rp21 juta per ekor sapi dan Rp3 juta per ekor kambing, nilai ekonomi dari 2.032.753 hewan kurban diperkirakan mencapai Rp18,28 triliun.

Dari jumlah tersebut, nilai ekonomi sapi kurban diperkirakan mencapai sekitar Rp14,21 triliun, sedangkan kambing kurban mencapai sekitar Rp4,07 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa ibadah kurban turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat, mulai dari peternak, pedagang hewan, hingga distribusi daging kepada penerima manfaat.

Berdasarkan estimasi Baznas, sapi kurban rata-rata berbobot 220–250 kilogram dan kambing 27–29 kilogram. Dengan asumsi hasil karkas sekitar 50 persen untuk sapi dan 45 persen untuk kambing, lebih dari 2 juta hewan kurban tahun ini diperkirakan menghasilkan sekitar 96,27 ribu ton daging dan karkas yang didistribusikan kepada masyarakat.

Pelaksanaan kurban juga memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan jaminan sosial umat. Melalui distribusi daging kurban yang menjangkau masyarakat luas, masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan dan kepedulian sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Arsad juga menyampaikan pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menegaskan bahwa Iduladha merupakan bulan berbagi. “Iduladha ini sebetulnya identik dengan bulan berbagi. Kita berharap melalui momentum ini, semua orang bisa mencicipi gizi hewani, baik melalui jalur ibadah kurban maupun skema bantuan sosial seperti yang kita lakukan,” ujar Menag.

Berdasarkan data yang masuk, provinsi dengan jumlah hewan kurban terbanyak adalah Jawa Timur sebanyak 455.007 ekor, disusul Jawa Tengah sebanyak 405.065 ekor, dan Jawa Barat sebanyak 374.482 ekor. Sementara itu, Sumatera Barat mencatat 106.276 ekor, Lampung 105.913 ekor, dan Jambi 87.319 ekor.

Berikut data sebaran hewan kurban  Iduladha 1447 H di masjid Indonesia:

1. Aceh – Sapi 29.932 – Kambing 38.705 = Total 68.637

2. Bali – Sapi 1.123 – Kambing 2.198 = Total 3.321

3. Banten – Sapi 4.833 – Kambing 12.500 = Total 17.333

4. Bengkulu – Sapi 8.027 – Kambing 4.172 = Total 12.199

5. D.I. Yogyakarta – Sapi 16.948 – Kambing 47.844 = Total 64.792

6. DKI Jakarta – Sapi 9.379 – Kambing 22.342 = Total 31.721

7. Gorontalo – Sapi 8.184 – Kambing 112 = Total 8.296

8. Jambi – Sapi 15.858 – Kambing 71.461 = Total 87.319

9. Jawa Barat – Sapi 99.137 – Kambing 275.345 = Total 374.482

10. Jawa Tengah – Sapi 99.471 – Kambing 305.594 = Total 405.065

11. Jawa Timur – Sapi 61.656 – Kambing 393.351 = Total 455.007

12. Kalimantan Barat – Sapi 9.217 – Kambing 5.999 = Total 15.216

13. Kalimantan Selatan – Sapi 6.970 – Kambing 1.149 = Total 8.119

14. Kalimantan Tengah – Sapi 4.623 – Kambing 1.467 = Total 6.090

15. Kalimantan Timur – Sapi 11.141 – Kambing 3.881 = Total 15.022

16. Kalimantan Utara – Sapi 1.906 – Kambing 376 = Total 2.282

17. Kep. Bangka Belitung – Sapi 3.027 – Kambing 4.192 = Total 7.219

18. Kepulauan Riau – Sapi 5.455 – Kambing 6.108 = Total 11.563

19. Lampung – Sapi 24.089 – Kambing 81.824 = Total 105.913

20. Maluku – Sapi 762 – Kambing 548 = Total 1.310

21. Maluku Utara – Sapi 3.041 – Kambing 902 = Total 3.943

22. Nusa Tenggara Barat – Sapi 514 – Kambing 553 = Total 1.067

23. Nusa Tenggara Timur – Sapi 4.440 – Kambing 4.050 = Total 8.490

24. Papua – Sapi 1.987 – Kambing 386 = Total 2.373

25. Papua Barat – Sapi 1.675 – Kambing 106 = Total 1.781

26. Riau – Sapi 46.023 – Kambing 5.628 = Total 51.651

27. Sulawesi Barat – Sapi 4.217 – Kambing 338 = Total 4.555

28. Sulawesi Selatan – Sapi 52.325 – Kambing 5.103 = Total 57.428

29. Sulawesi Tengah – Sapi 6.242 – Kambing 1.194 = Total 7.436

30. Sulawesi Tenggara – Sapi 5.897 – Kambing 1.135 = Total 7.032

31. Sulawesi Utara – Sapi 3.355 – Kambing 433 = Total 3.788

32. Sumatera Barat – Sapi 94.204 – Kambing 12.072 = Total 106.276

33. Sumatera Selatan – Sapi 20.726 – Kambing 38.946 = Total 59.672

34. Sumatera Utara – Sapi 10.482 – Kambing 5.873 = Total 16.355

Total: Sapi 676.866 – Kambing 1.355.887 = Total 2.032.753 ekor hewan kurban.

Arsad berharap, semangat berkurban yang terus tumbuh di tengah masyarakat dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial. "Data ini menunjukkan bahwa semangat berkurban masyarakat Indonesia tetap terjaga. Kami berharap manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas dan semakin memperkuat nilai persaudaraan, kepedulian sosial, serta pemerataan akses gizi bagi masyarakat,” pungkas Arsad.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI