Papua Barat Jadi Contoh Pembangunan Berkelanjutan

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 04 Juni 2026 | 15:50 WIB
Kawasan hutan Papua Barat (Sinpo.id/dok: Pemprov Papua Barat)
Kawasan hutan Papua Barat (Sinpo.id/dok: Pemprov Papua Barat)

SinPo.id - Upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dinilai semakin menunjukkan hasil positif di Papua Barat. 

Pendekatan pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan pemanfaatan sumber daya alam, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat disebut menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.

Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai kebijakan pembangunan yang menempatkan hutan sebagai aset strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. 

Di Papua Barat, arah pembangunan daerah terus didorong agar selaras dengan prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Gubernur Papua Barat, , menegaskan bahwa seluruh konsep pembangunan harus mengacu pada rencana tata ruang wilayah (RTRW) agar keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat terjaga.

“Semua konsep pembangunan harus mengacu pada rencana tata ruang wilayah (RTRW),” ujar Dominggus dalam keterangannya, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam yang tepat akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

Pemanfaatan sumber daya alam juga harus dilakukan secara bijaksana serta sesuai dengan tata ruang wilayah agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan fungsi ekologis hutan.

Ia menilai pendekatan tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang semakin menekankan konsep ekonomi hijau sebagai instrumen untuk memperkuat daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Dominggus menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh mengabaikan kepentingan generasi mendatang.

Karena itu, perlindungan kawasan hutan harus menjadi bagian integral dari setiap kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.

“Saya tidak mau tinggalkan air mata untuk anak cucu kita. Tapi, tinggalkan mata air buat mereka. Maka, pembangunan daerah tidak boleh merusak hutan,” katanya.

Keberhasilan menjaga kawasan hutan sambil tetap mendorong aktivitas ekonomi produktif menunjukkan bahwa pembangunan dan konservasi dapat berjalan beriringan.

Berbagai program penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan investasi berkelanjutan, serta perlindungan terhadap masyarakat adat menjadi bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha, dan organisasi lingkungan juga dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat implementasi pembangunan berkelanjutan di Papua.

Sinergi tersebut memungkinkan pengelolaan sumber daya alam yang tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Dengan arah pembangunan yang semakin terintegrasi antara aspek ekonomi dan ekologi, Papua Barat dinilai memiliki posisi strategis sebagai benteng kelestarian hutan tropis Indonesia sekaligus motor pertumbuhan ekonomi baru.

Keberhasilan menjaga keseimbangan tersebut menjadi bukti bahwa kemajuan ekonomi dapat dicapai tanpa mengorbankan kelestarian alam.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI