Komisi X DPR: Penerapan Bahasa Prancis di Sekolah Perlu Dikaji Kembali
SinPo.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, merespons soal rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait penerapan pelajaran bahasa Prancis seperti yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai langkah tersebut bagus apabila dilihat dari sisi diplomasi dan hubungan kerja sama dengan negara asing. Namun, untuk menerapkan pelajaran bahasa asing tetap harus memperhatikan aspek lainnya.
"Kami melihat instruksi ini adalah langkah yang bagus kalau dilihat dari sisi diplomasi dan hubungan kerja sama antarkedua negara," kata Lalu, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
"Indonesia membutuhkan kerja sama itu tidak hanya di bidang pendidikan, tapi bidang ekonomi, pertahanan, keamanan, kemudian dan lain-lain. Tetapi persoalannya adalah tentu tidak serta-merta kebijakan tersebut langsung instan untuk dilaksanakan," imbuhnya.
Menurutnya, pemerintah perlu kembali melakukan kajian mendalam dan pemetaan terhadap kebijakan tersebut, termasuk kajian terhadap perangkat guru yang akan mengajar.
"Kami meminta kepada pemerintah untuk melakukan kajian, melakukan pemetaan. Kajiannya seperti apa? Ya tentu kajian terhadap seluruh perangkat yang dibutuhkan termasuk guru-guru," ungkapnya.
Di sisi lain, pihaknya juga mengingatkan pemerintah untuk lebih fokus terhadap persoalan pendidikan yang hari ini sedang bergulir dan belum ada penyelesaian, salah satunya berkaitan dengan kesejahteraan guru.
"Kami meminta kepada Bapak Presiden untuk segera menuntaskan ini bila perlu beliau memanggil menteri-menteri terkait agar ini cepat tuntas, agar ini cepat selesai dan tidak menjadi persoalan yang tidak kunjung selesai," katanya menambahkan.

