Fase Mina Berakhir, Kemenhaj Mulai Evaluasi dan Siapkan Haji 2027

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 31 Mei 2026 | 15:49 WIB
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf (Foto: SinPo.id/Kemenhaj RI)
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf (Foto: SinPo.id/Kemenhaj RI)

SinPo.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mulai menyiapkan penyelenggaraan haji 2027 setelah seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Tsani meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Pemerintah menilai kelancaran fase puncak ibadah haji tahun ini menjadi modal penting untuk menyusun perbaikan layanan pada musim haji berikutnya.

Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf mengatakan seluruh jemaah haji Indonesia telah keluar dari Mina pada Sabtu, 30 Mei 2026, pukul 15.00 waktu Arab Saudi. Dengan demikian, fase puncak ibadah haji di Mina dinyatakan selesai.

“Alhamdulillah, fase Mina telah berakhir dengan baik. Hari ini pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Mina clear dari jemaah haji Indonesia,” kata Irfan dalam keterangan resminya, Minggu, 31 Mei 2026.

Menurut Irfan, keberhasilan pelaksanaan fase Mina merupakan hasil kerja sama antara penyelenggara, petugas, dan jemaah haji Indonesia. Sebelumnya, jemaah yang memilih Nafar Awal telah kembali ke Makkah pada 12 Zulhijjah, sedangkan jemaah Nafar Tsani kembali sehari setelahnya usai menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Mina.

Kendati fase Mina telah berakhir, kata dia, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan layanan kepada jemaah belum selesai. 

"Sebagian jemaah masih harus melaksanakan tawaf ifadah dan sejumlah rangkaian ibadah lainnya sebelum kembali ke Indonesia," tutur dia. 

Oleh Karena itu, Irfan menginstruksikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk terus mendampingi jemaah, terutama kelompok lanjut usia dan jemaah berisiko tinggi yang belum menyelesaikan tawaf ifadah.

Pendampingan tersebut, kata dia, diperlukan untuk mengantisipasi kepadatan di area Masjidil Haram sekaligus memastikan seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan aman.

“Saya sampaikan apresiasi kepada jemaah haji Indonesia atas ketertibannya dalam menjalani rangkaian ibadah haji. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga jemaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Dia juga mengimbau jemaah menjaga kondisi kesehatan menjelang masa pemulangan ke Tanah Air yang akan berlangsung secara bertahap mulai 1 Juni hingga 30 Juni 2026.

“Jemaah kami imbau untuk tetap menjaga kesehatan, cukup beristirahat, dan mengikuti arahan petugas. Mulai 1 Juni, proses kepulangan jemaah ke Tanah Air akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni,” kata Irfan.

Di sisi lain, lanjut dia, Kementerian Haji dan Umrah akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan haji 2026. Evaluasi itu akan menjadi dasar perbaikan layanan pada musim haji berikutnya.

Irfan mengatakan kementeriannya telah menerima informasi awal serta jadwal penyelenggaraan haji 2027 dari Pemerintah Arab Saudi. 

"Informasi tersebut akan digunakan sebagai landasan penyusunan persiapan operasional haji tahun depan," tutur dia. 

Menurut dia, pengalaman melakukan persiapan lebih awal pada penyelenggaraan haji 2026 terbukti berpengaruh terhadap keteraturan operasional dan kualitas layanan kepada jemaah.

“Evaluasi dan persiapan harus dilakukan sejak dini. Pengalaman tahun ini menunjukkan bahwa persiapan lebih awal memberikan dampak besar terhadap keteraturan, kualitas layanan, dan kesiapan seluruh unsur penyelenggara. Kita ingin penyelenggaraan haji 2027 menjadi lebih baik, lebih tertata, ramah lansia, serta semakin menghadirkan layanan yang aman dan membahagiakan jemaah,” kata Irfan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI