Menkop Puji Kopdit Obor Mas NTT yang Punya Aset Capai Rp1,5 Triliun

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:56 WIB
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono. (SinPo.id/dok. Kemenkop)
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono. (SinPo.id/dok. Kemenkop)

SinPo.id - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi Koperasi Simpan Pinjam Koperasi Kredit (KSP Kopdit) Obor Mas atas kinerja positifnya sepanjang 2025. Koperasi ini mampu mencatatkan nilai aset lebih dari Rp1,5 triliun dan masih tetap dipercaya oleh pemerintah sebagai salah satu koperasi utama penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Pada tanggal 12 Juli yang akan datang bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional, kami ingin memberikan penghargaan khusus kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur dan juga pemerintah Provinsi karena koperasi ini membawa nama harum di kancah nasional," kata Ferry dalam Pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Paripurna XLII Tahun Buku 2025 KSP Kopdit Obor Mas, Sabtu, 30 Mei 2026. 

Saat ini, KSP Kopdit Obor Mas memiliki anggota 162.412 yang tersebar di seluruh wilayah di NTT. KSP ini menjadi salah satu andalan bagi pemerintah untuk mendukung penyaluran KUR, di mana jumlah aset saat ini mencapai Rp1,52 triliun.

Ferry lantas mendorong agar KSP Kopdit Obor Mas mulai fokus memperluas kiprah bisnisnya dengan masuk ke sektor riil. Selama ini, kinerja koperasi kebanggaan nasional ini lebih banyak ditopang oleh jasa simpan pinjam. 

Dengan masuk ke sektor produktif atau riil, diharapkan KSP Kopdit ini dapat memberikan multiplayer effect lebih besar bagi anggota dan masyarakat. 

"Saya mengharapkan KSP Kopdit Obor Mas sudah mulai masuk ke sektor riil, sektor produktif yang bisa mendukung UMKM lokal dan pariwisata," ujarnya.

Dampak positif lain dari optimalisasi usaha di sektor riil dan produktif, peluang KSP Kopdit Obor Mas untuk meningkatkan pendapatan dan juga sisa hasil usaha (SHU) bagi anggota juga berpotensi meningkat. Berbekal dengan kinerja yang sangat baik tersebut, Ferry optimis bahwa koperasi ini kedepannya dapat tumbuh lebih besar dan  memberikan dampak nyata bagi masyarakat dengan skala yang lebih luas.

Kemenkop memastikan bahwa pemerintah tetap akan fokus untuk mendukung dan mendampingi koperasi eksisting khususnya KSP Kopdit Obor Mas di tengah upaya akselerasi operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program prioritas Presiden ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran dan eksistensi koperasi dalam mendorong kesejahteraan masyarakat di desa atau di kelurahan.

"Pak Presiden ingin mengembalikan arah pembangunan ekonomi kita berdasarkan konstitusi agar sistem ekonomi dan praktek ekonomi kita sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan khususnya Pasal 33," katanya.

Keberadaan KDKMP diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat desa dari sekadar penerima manfaat menjadi pelaku utama pembangunan. Dengan demikian, koperasi menjadi instrumen pemerataan ekonomi secara nasional.

"Salah satu tanggung jawab besar dari Kementerian Koperasi tidak hanya fokus mengurus KDKMP tetapi kami juga tetap harus membina koperasi yang sudah ada terlebih dahulu termasuk KSP Kopdit Obor Mas dan KSP lainnya," kata Ferry.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI