BMKG: Gelombang Atmosfer dan Sirkulasi Siklonik Masih Tingkatkan Potensi Hujan di Indonesia

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 24 Mei 2026 | 05:01 WIB
Ilustrasi hujan (SinPo.id/Pixabay)
Ilustrasi hujan (SinPo.id/Pixabay)

SinPo.id -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa aktivitas gelombang atmosfer dan sirkulasi siklonik masih berperan dalam meningkatkan potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini terjadi di tengah dinamika khas masa peralihan, di mana suhu udara siang hari terasa lebih terik akibat berkurangnya tutupan awan pada pagi hingga siang.

Pada periode 18–20 Mei 2026, suhu maksimum di atas 35°C teramati di beberapa daerah, termasuk Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Meski demikian, hujan lebat hingga sangat lebat tetap tercatat di sejumlah wilayah, seperti Jawa Barat (133,1 mm/hari), Sulawesi Selatan (112,8 mm/hari), dan Jawa Timur (105,2 mm/hari).

BMKG menjelaskan, meningkatnya potensi hujan dipengaruhi oleh interaksi fenomena atmosfer aktif, antara lain Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 4, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta Mixed Rossby-Gravity (MRG). Selain itu, terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Bengkulu, Selat Makassar, Laut Maluku, dan Samudra Pasifik utara Papua memicu daerah konvergensi dan perlambatan angin, sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Prakiraan Sepekan ke Depan

22–24 Mei 2026: Hujan ringan hingga lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Peringatan dini hujan lebat–sangat lebat (Siaga) berlaku di Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

25–28 Mei 2026: Hujan ringan hingga lebat masih mendominasi, dengan peringatan dini hujan lebat–sangat lebat di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan. Angin kencang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT, dan Papua.

Imbauan BMKG

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang. Aktivitas luar ruangan pada siang hari juga perlu diantisipasi dengan penggunaan pelindung dari sinar matahari serta menjaga kecukupan cairan tubuh.

BMKG menekankan pentingnya memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun kanal media sosial @infobmkg.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI