Pemerintah Guyur Rp4 Triliun untuk Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta Api

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:58 WIB
Komisi V DPR gelar RDP dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membahas evaluasi Arus Mudik 2026 (Ashar/SinPo.id)
Komisi V DPR gelar RDP dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membahas evaluasi Arus Mudik 2026 (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Menteri Perhubungan (Menhub) menyampaikan, alokasi dana Rp4 triliun dari Presiden Prabowo Subianto, akan dimanfaatkan untuk memperkuat keselamatan perkeretaapian nasional, menyusul insiden kecelakaan di Bekasi Timur.

Menurut dia, Presiden telah menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi sebagai bagian dari solusi jangka panjang, mengingat tingginya kepadatan lalu lintas dan pentingnya transportasi kereta api bagi mobilitas masyarakat.

"Pemerintah telah menyiapkan kebutuhan anggaran sekitar Rp 4 Triliun untuk mendukung peningkatan keselamatan dan pembangunan infrastruktur perlintasan," kata Dudy dalam keterangannya, Sabtu, 23 Mei 2026.

Selain itu, sebagai langkah konkret, Kemenhub bersama PT KAI, Danantara, BP BUMN, DJKA, dan KNKT telah melaksanakan Kick Off Penanganan Perlintasan Sebidang pada tanggal 5 Mei 2026. Melalui kegiatan ini, seluruh pihak menyatakan komitmen bersama untuk melakukan penutupan terhadap 172 perlintasan sebidang yang dinilai berisiko tinggi, sekaligus mempercepat peningkatan keselamatan pada titik-titik prioritas nasional.

Untuk peningkatan keselamatan pada 1.638 lokasi perlintasan sebidang prioritas tersebut, total investasi yang akan dialokasikan sebesar Rp842,48 miliar. Komponennya yaitu untuk kebutuhan petugas penjaga perlintasan, sebesar Rp 603,9 miliar, untuk pembangunan pos jaga sebesar Rp 158,1 miliar dan fasilitas pendukung mekanikal dan elektrikal, sebesar Rp 60,9 miliar.

Saat ini, terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, terdiri dari 2.771 perlintasan terdaftar, dan 903 perlintasan tidak terdaftar.

Berdasarkan evaluasi, terdapat 172 perlintasan direkomendasikan untuk ditutup karena lebar jalan kurang dari 2 meter. Sementara, sebanyak 1.638 lokasi prioritas perlu dilakukan peningkatan keselamatan. 

Peningkatan tersebut meliputi penyediaan petugas penjaga, bangunan pos jaga, fasilitas pendukung, alat komunikasi, serta
perlengkapan keselamatan lainnya.

Dudy menegaskan, tidak ada kompromi untuk keselamatan transportasi. Setiap kejadian harus menjadi pelajaran, dan ditindaklanjuti dengan perbaikan sistem.

"Kami akan memastikan seluruh rekomendasi keselamatan yang nanti
diterbitkan, akan ditindaklanjuti secara serius, terukur, dan dapat dipantau pelaksanaannya," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI