Menhub Minta Hormati Proses Investigasi KNKT soal Kecelakaan Kereta di Bekasi
SinPo.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta semua pihak menghormati proses investigasi yang masih berlangsung dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Kemenhub mendukung terlaksananya investigasi secara independen, profesional, dan transparan.
"Kemenhub tidak akan mendahului hasil investigasi KNKT yang tentu berdasarkan fakta data data," kata Dudy dalam keterangannya, Sabtu, 23 Mei 2026.
Dudy memastikan, proses penanganan korban, investigasi, dan pemulihan operasional pasca kecelakaan dilakukan secara menyeluruh agar pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan dengan aman dan lancar. Penanganan dan pemulihan ini dilakukan Kemenhub bersama dengan KNKT, KAI, KCI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, dan pihak-pihak terkait lainnya.
Kemenhub, lanjut dia, juga melakukan berbagai langkah evaluasi, perbaikan, dan peningkatan dan penguatan aspek keselamatan transportasi perkeretapian secara menyeluruh.
Evaluasi itu mencakup aspek operasional, kondisi prasarana, kelaikan sarana, sistem persinyalan, prosedur darurat, kompetensi SDM, manajemen risiko, pengawasan perlintasan sebidang, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan di luar sektor perkeretaapian.
"Sambil menunggu proses (investigasi KNKT) tersebut selesai, langkah-langkah evaluasi dan penguatan keselamatan tetap berjalan di semua aspek sarana, prasarana, operasional, SDM, pengawasan, maupun koordinasi lintas pemangku kepentingan," kata dia.
Salah satu langkah peningkatan keselamatan perkeretaapian yaitu melalui penanganan perlintasan sebidang. Keselamatan perlintasan sebidang ini telah menjadi perhatian serius pemerintah.
Meski tingkat kecelakaan pada perlintasan sebidang masih terjadi, namun terjadi tren penurunan kecelakaan pada perlintasan sebidang dalam tiga tahun terakhir.
Jumlah kejadian menurun dari 337 kejadian pada tahun 2024, menjadi 291 kejadian pada tahun 2025, dan 102 kejadian hingga 1 Mei 2026.
"Ini menunjukkan, berbagai langkah peningkatan keselamatan mulai memberikan dampak positif, meskipun upaya perbaikan masih harus terus diperkuat," tukasnya.
