PB PORDI Tolak Keputusan KONI, Protes Pengesahan PB ORADO Jadi Anggota Pusat
SinPo.id - Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) menolak keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) 2026 yang mengesahkan Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) sebagai anggota pusat.
"Saya hanya ingin menyampaikan intinya bahwa PB PORDI menolak dan menentang keputusan Rakernas KONI terutama SK 07 Rakernas 2026. Kenapa kami menolak dan menentang itu? Karena kami PORDI juga mengajukan diri untuk didaftar sebagai calon anggota KONI," kata Ketua Umum PB PORDI Andi Jamaro Dukung dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis malam, 21 Mei 2026.
Andi menyampaikan alibi pimpinan KONI menyebut dokumen pengajuan keanggotaan PORD, baru tanggal 20 Mei 2026. Alasan itu dijadikan dasar untuk mengabaikan permohonan PORDI menjadi anggota KONI pada Rakernas.
Padahal, PB PORDI telah berproses mengajukan keanggotaan melalui dokumen resmi dalam audiensi langsung dengan Ketua dan anggota Bidang Organisasi dan Bidang Hukum KONI Pusat pada 9 Maret 2022.
Pada audiensi tersebut, PORDI mendapatkan petunjuk dan arahan kelengkapan dokumen legal serta syarat lainnya sesuai AD/ART KONI. Sejak saat itu PB PRODI berproses memenuhi ketentuan yang disampaikan KONI.
Diawali pengurusan legal di Kementerian Hukum dan HAM. Saat itu Kemenkumham tak kunjung mengeluarkan SK hingga PB PORDI mendapatkan lebih dulu rekomendasi dari KONI. Untuk itu PB PORDI bermohon rekomendasi dan terbit surat keterangan dari KONI yang ditandatangani Sekjend KONI.
Atas dasar rekomendasi KONI tersebut, PB PORDI mendapatkan keabsahan dengan SK Kenkumham NOMOR AHU-0006864.AH.01.07.TAHUN 2022, dan Akta Notaris no3 8 Juli 2022 yang menjadi landasan proses lanjut pemenuhan persyaratan berupa pembentukan pengurus 50 persen+1 Provinsi dan 50%+1 Kabupaten/Kota di provinsi itu, serta keterangan KONI provinsi dan kabupaten/kota.
Begitu juga syarat Kepengurusan PB, Kantor/Sekretariat, AD/ART, Pedoman, Kode Etik dan penyelenggaraan minimal 4 kali Kejurnas.
Menurut Andi, seluruhnya telah dilengkapi hinga Februari 2026 (dalam waktu sekitar 4 tahun). Untuk itu, PB PORDI kembali menyampaikan laporan kelengkapan berkas secara keseluruhan pada tanggal 4 Mei 2026 yang diterima Sekretariat melalui Ketua Bidang Hukum KONI.
Sehari menjelang Rakernas, PB PORDI memperbarui berkas dan menemui pimpinan KONI menanyakan keikutsertaan dalam Rakernas untuk mendapatkan keanggotaan. Namun, permohonan PORDI tersebut tidak diverifikasi dan tak dibahas dalam Rakernas KONI.
"Padahal seluruh syarat berdasarkan AD/ART KONI telah kami penuhi. Dan kami telah memiliki 30 Pengprov (Pengurus Provinsi) di seluruh Indonesia. Kami telah melantik 21 provinsi, kami telah membentuk Pengda (Pengurus Daerah), kami telah membentuk Garda Domino Unggul atau Gardu, dan itu jumlahnya sudah ribuan. Anggota kami sebagai atlet itu sudah lebih dari 1 juta. Tetapi PORDI tidak mendapatkan apresiasi dan tidak disertakan sebagai calon, " sesal Andi.
Sebaliknya, PB ORADO langsung diterima sebagai anggota KONI Pusat. Padahal PB Orado baru terbentuk sekitar 2025 atau lima bulan lalu. "Baru lima bulan (PB ORADO lahir). Entah berapa jumlah pengurus provinsinya, apalagi kabupaten, apalagi klub," ujarnya.
Adapun syarat yang diajukan di AD/ART KONI harus pernah melaksanakan kejuaraan nasional, minimal dua kali, dan diikuti oleh lebih dari 10 provinsi, sudah dipenuhi PORDI. "Kami PORDI sudah melaksanakan 6 kali, karena kami sudah harlah ke-6.
Dan setiap event nasional itu diikuti oleh lebih dari 10 provinsi. Bahkan terakhir ini kami telah melaksanakan event internasional yang diikuti oleh 8 negara dari 4 benua dilaksanakan di Istora Senayan, " paparnya.
Namun, semua kejuaraan yang digelar oleh PB PORDI tidak dipertimbangkan oleh KONI Pusat. Dan, PB ORADO yang baru 5 bulan lahir, justru yang didaftar sebagai Anggota KONI Pusat.
"Dengan demikian kami menganggap bahwa KONI Pusat tidak profesional, tidak aspiratif, dan tidak layak untuk menjadi induk organisasi olahraga di Indonesia," tukasnya.
