DPR Ingatkan Pemerintah Terkait Ancaman Monopoli Ekspor

Laporan: Juven Martua Sitompul
Kamis, 21 Mei 2026 | 22:43 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo, mengingatkan pemerintah agar langkah revitalisasi ekonomi dan penguatan kontrol negara tidak berujung pada monopoli ekspor yang justru melemahkan daya saing pelaku usaha nasional, terutama sektor padat karya.

Menurutnya, kebijakan pemerintah tersebut memiliki tujuaj yang baik, terutama dalam memperkuat kontrol terhadap sektor strategis nasional. Tetapi kebijakan tersebut harus diterapkan secara hati-hati agar tidak menimbulkan tekanan terhadap dunia usaha maupun tenaga kerja.

“Kalau terjadi monopoli ekspor oleh BUMN, memang tujuannya agar pemerintah memiliki fungsi kontrol yang kuat. Tetapi persoalannya sebenarnya ada pada manajemen pelaksanaan dan pengawasan,” kata Firman, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Selain menyoroti sektor ekspor, ia juga menyinggung pentingnya perlindungan terhadap komoditas strategis nasional, dan mengapresiasi langkah pemerintah yang telah menetapkan harga pembelian gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Sehingga memberikan nilai tambah besar bagi petani.

“Selama ini pemerintah tidak pernah berani menetapkan harga beli gabah secara tegas. Sekarang ini langkah yang bagus dan memberi keuntungan bagi petani,” ungkapnya.

Terakhir, Firman mengingatkan tantangan besar yang masih dihadapi sektor pangan nasional, mulai dari ancaman El Nino, kenaikan harga pupuk, hingga biaya distribusi logistik yang dapat berdampak pada kenaikan harga pangan di masyarakat.

“Kalau biaya distribusi naik karena bahan bakar dan logistik meningkat, akhirnya semua beban itu dibebankan kepada konsumen. Rakyat yang akan jadi korban,” katanya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI