Jangan Cuma Reaktif, Menaker Minta BPJS Jadi Motor Penggerak Keselamatan Kerja

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 21 Mei 2026 | 22:29 WIB
Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli (SinPo.id/ Dok. Kemnaker)
Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli (SinPo.id/ Dok. Kemnaker)

SinPo.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan perlu mengambil peran lebih sentral sebagai motor penggerak Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dengan fokus pada upaya pencegahan kecelakaan kerja di Indonesia.

Menurut Yassierli, upaya pencegahan perlu terus diperkuat agar perlindungan pekerja dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

"Pendekatan yang selama ini cenderung reaktif, yaitu hanya berfokus pada pemenuhan kompensasi, tidak akan berkelanjutan secara aktuarial. Investasi di hulu melalui program promotif dan preventif akan menghasilkan penghematan yang jauh lebih besar di hilir," kata Yassierli di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026. 

Berdasarkan data 2025, tercatat sebanyak 319.224 klaim kecelakaan kerja di Indonesia. Dari jumlah itu, 9.834 kasus berujung kematian dan 4.133 kasus menyebabkan cacat fungsi maupun cacat total.

Yassierli menyoroti data Penyakit Akibat Kerja (PAK) yang tercatat sebanyak 158 kasus. Angka ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan  karena masih terdapat tantangan dalam pelaporan kasus.

Selain itu, data global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menunjukkan bahwa sebagian besar kematian pekerja berkaitan dengan penyakit akibat kerja yang dipengaruhi lingkungan.

"Pendekatan proaktif melalui program promotif dan preventif menjadi penting untuk memperkuat upaya pencegahan, sekaligus mendorong implementasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) yang saat ini baru diterapkan oleh sekitar 18 ribu dari 450 ribu perusahaan," tuturnya.

Untuk itu, Kemnaker menetapkan beberapa Pekerjaan Rumah (PR) besar untuk segera dieksekusi bersama BPJS Ketenagakerjaan. Antara lain, memperkuat sistem K3 nasional melalui optimalisasi layanan dan tata kelola klaim, meningkatkan efektivitas program promotif dan preventif lewat pelatihan berbasis wilayah, serta memastikan penerapan SMK3 di perusahaan berjalan secara nyata dan terukur.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI