Momentum Harkitnas 2026, Kemendikdasmen Lepas Ribuan Lulusan Vokasi Kerja ke Luar Negeri

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 21 Mei 2026 | 02:16 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti (SinPo.id/Kemendikdasmen)
Mendikdasmen Abdul Mu'ti (SinPo.id/Kemendikdasmen)

SinPo.id - Momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi tonggak penting bagi pemerintah dalam memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global. Berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (Dit. SMK) dan Direktorat Kursus dan Pelatihan (Dit. Suslat) melepas 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk bekerja di berbagai negara.

Seremonial pelepasan yang dilaksanakan secara luring dan daring di Islamic Center Surabaya pada Rabu, 20 Mei 2026 tersebut menjadi simbol kebangkitan generasi muda Indonesia yang siap bersaing di panggung dunia melalui keterampilan, kompetensi, dan karakter unggul.

Prosesi pelepasan ditandai secara simbolis melalui pemberian jaket kerja lapangan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata semangat Kebangkitan Nasional di era modern, yakni membangun bangsa melalui pendidikan dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

“Kalian semua akan bekerja di luar negeri dengan keterampilan, dengan ilmu, dan dengan integritas serta kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang besar,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menambahkan bahwa bekerja di luar negeri bukan hanya tentang mencari penghidupan, tetapi juga memperluas wawasan, memperkuat jejaring internasional, dan membawa pulang pengalaman untuk kemajuan Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa para lulusan berasal dari 411 SMK dan 30 LKP di seluruh Indonesia. Mereka telah menyelesaikan pendidikan sesuai bidang keahlian dan lolos seleksi kerja internasional untuk ditempatkan di sejumlah negara tujuan seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Malaysia, Australia, dan negara lainnya.

“Mereka benar-benar sudah siap memasuki dunia kerja internasional pada berbagai sektor seperti hospitality, kesehatan, manufaktur, dan jasa lainnya,” jelas Tatang.

Keberhasilan ini melanjutkan capaian sebelumnya, yakni pengiriman 1.500 alumni SMK pada pertengahan 2025 dan 1.600 alumni LKP pada awal 2026. Hal tersebut menunjukkan bahwa lulusan vokasi Indonesia semakin dipercaya dan mampu bersaing secara global.

Dalam kesempatan yang sama, Kemendikdasmen juga meluncurkan program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) pada SMK sebagai inovasi pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional. Program ini memberikan tambahan satu tahun pembelajaran untuk memperkuat kompetensi teknis, kemampuan bahasa asing, budaya kerja, kesiapan mental, hingga literasi hukum dan keuangan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi kepada para lulusan yang disebutnya sebagai pahlawan devisa negara sekaligus representasi semangat Kebangkitan Nasional generasi masa kini.

“Jaga kesehatan, jaga nama baik Indonesia, dan teruslah bercita-cita setinggi langit, karena kalaupun jatuh, kalian akan jatuh di antara bintang dan kalian adalah bintang-bintang itu,” tutur Khofifah.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI