Kemenhaj Ingatkan Praktik Calo Dam Jelang Puncak Haji

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI Ichsan Marsha (SinPo.id/Kemenhaj RI)
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI Ichsan Marsha (SinPo.id/Kemenhaj RI)

SinPo.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memperingatkan jemaah agar mewaspadai praktik percaloan pembayaran dam menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). 

Pemerintah menyatakan terus memperkuat pendampingan dan koordinasi untuk melindungi jemaah selama berada di Tanah Suci.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI Ichsan Marsha mengatakan pemerintah saat ini fokus memastikan jemaah memperoleh informasi yang benar dan layanan yang tertib, termasuk dalam urusan pembayaran dam.

“Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan informasi yang benar, layanan yang tertib, serta perlindungan dari potensi penyalahgunaan atau praktik-praktik percaloan dalam pembayaran dam,” kata Ichsan dalam keterangan resmi, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut dia, pendampingan dilakukan melalui edukasi, pembinaan ibadah, hingga koordinasi dengan otoritas Arab Saudi. 

"Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan layanan jemaah menjelang puncak haji," tuturnya. 

Selain mengingatkan soal pembayaran dam, kata Ichsan, Kemenhaj juga meminta jemaah menjaga kondisi fisik menjelang Armuzna. 

Dia pun mengimbau jemaah menghemat tenaga dan memperbanyak waktu istirahat agar dapat menjalani rangkaian ibadah puncak dengan baik.

“Menjelang puncak haji kami juga kembali mengingatkan seluruh jemaah untuk terus menjaga kesehatan, menghemat tenaga, memperbanyak istirahat,” ujar Ichsan.

Lebih lanjut, Ichsan juga meminta jemaah tidak ragu meminta bantuan kepada petugas haji Indonesia apabila mengalami kendala selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Petugas Haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI