Audiensi dengan Komisi IX DPR, Asosiasi Peternak Bebek Keluhkan Serapan Telur Memburuk

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 20 Mei 2026 | 18:44 WIB
Audiensi Komisi IX DPR RI dengan DPP PPBN (SinPo.id/Juven M Sitompul)
Audiensi Komisi IX DPR RI dengan DPP PPBN (SinPo.id/Juven M Sitompul)

SinPo.id - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Peternak Bebek Nasional (DPP PPBN) melakukan audiensi dengan Komisi IX DPR RI untuk menyampaikan persoalan anjloknya harga telur bebek dan lemahnya serapan hasil peternak rakyat di tengah berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam audiensi tersebut, PPBN menitipkan telur asin kepada Komisi IX DPR RI sebagai simbol aspirasi peternak rakyat agar dapat disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Ketua Umum DPP PPBN, Mohammad Rosul, mengatakan kondisi peternak bebek rakyat saat ini semakin tertekan akibat over suplai telur yang tidak diimbangi penyerapan pasar.

"Kami menitipkan telur asin ke Komisi IX DPR RI agar Presiden dan BGN tahu, bahwa serapan hasil peternak rakyat, khususnya peternak bebek yang semakin ke sini semakin memburuk. Padahal, program prioritas pemerintah Makan Bergizi Gratis terus berjalan, tetapi tidak menyerap ke peternak rakyat seperti kami," kata Rosul usai audiensi.

Rosul menjelaskan produksi telur bebek di berbagai daerah terus tinggi, terutama di Pulau Jawa. Namun kondisi tersebut justru memicu penurunan harga yang merugikan peternak.

"Di lapangan hasil panen telur sangat tinggi. Di Pulau Jawa saja hasil panen telur bebek di angka 30 juta butir telur per bulan. Anehnya, over supply terjadi dan otomatis harga telur ngedrop, jauh dari HPP (Harga Pokok Produksi)," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PPBN, Hibban, meminta Komisi IX DPR RI segera menindaklanjuti aspirasi peternak kepada pemerintah pusat dan BGN.

"Kami tunggu komitmen Komisi IX DPR RI menyampaikan aspirasi PPBN ke Presiden dan Kepala BGN. Jangan sampai semua hasil panen peternak rakyat membusuk. Kami tak bisa menunggu lama," tegas Hibban.

PPBN berharap pemerintah melalui program MBG dapat lebih berpihak kepada peternak rakyat dengan menyerap hasil produksi telur bebek nasional secara berkelanjutan, sehingga harga di tingkat peternak kembali stabil dan peternak tidak terus mengalami kerugian.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI