Kecam Israel yang Tahan Jurnalis Indonesia, Muhammadiyah Minta PBB Bertindak

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 20 Mei 2026 | 13:57 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (SinPo.id/dok. Muhammadiyah)
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (SinPo.id/dok. Muhammadiyah)

SinPo.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengecam tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, Palestina, termasuk sejumlah jurnalis Indonesia yang turut dalam misi.

Muhammadiyah meminta komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengambil langkah nyata terhadap berbagai tindakan kekerasan yang terus terjadi di Palestina.

"Muhammadiyah selalu mengecam setiap bentuk intervensi, bahkan juga menggunakan kekerasan atau politik kekerasan yang akhirnya merugikan semua pihak," kataHaedar dalam keterangannya, Rabu, 20 Mei 2026. 

Menurut Haedar, para jurnalis dan aktivis kemanusiaan yang berada dalam rombongan tersebut tidak memiliki kepentingan politik, melainkan menjalankan misi kemanusiaan dan tugas jurnalistik untuk menyuarakan kondisi rakyat Palestina.

"Jurnalis dan para aktivis kemanusiaan itu tidak punya kepentingan politik apa pun," tegasnya.

Ia berharap, Israel tidak bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat Palestina maupun berbagai pihak yang hadir membawa misi perdamaian dan kemanusiaan di Gaza.

"Jangan sampai menghadapi persoalan Palestina dengan tindakan yang justru merugikan pihak-pihak yang membawa misi kemanusiaan dan perdamaian," katanya.

Menurutnya, perang dan konflik berkepanjangan menunjukkan hilangnya nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan modern global. Padahal, setelah Perang Dunia I dan II, internasional semestinya memiliki komitmen kuat untuk menghentikan peperangan.

"Mestinya dunia tidak lagi menjadikan perang sebagai jalan penyelesaian," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI