Presiden Prabowo Paparkan KEM-PPKF RAPBN 2027, Defisit Dijaga Maksimal 2,4 Persen
SinPo.id - Presiden Prabowo Subianto memaparkan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027 sebagai langkah menuju target pertumbuhan 8 persen pada 2029.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan pendapatan negara pada APBN 2027 ditargetkan mencapai 11,82 hingga 12,40 persen dari produk domestik bruto (PDB). Sementara belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB untuk mendukung berbagai program prioritas nasional.
“Dari sisi pembiayaan, defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB. Dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Pemerintah juga menargetkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada pada kisaran 6,5 hingga 7,3 persen. Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diproyeksikan berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
Kepala Negara menegaskan strategi fiskal dan moneter harus mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengendalikan inflasi pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.
Pada sektor energi, pemerintah memperkirakan harga minyak mentah Indonesia berada pada kisaran 70 hingga 95 dolar Amerika Serikat per barel. Target lifting minyak bumi ditetapkan sebesar 602 hingga 615 ribu barel per hari, sedangkan lifting gas diproyeksikan mencapai 934 hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6,0 hingga 6,5 persen dari target sebelumnya 6,5 hingga 7,5 persen.
Tingkat pengangguran terbuka juga diharapkan turun ke rentang 4,30 hingga 4,87 persen dari target sebelumnya 4,44 hingga 4,96 persen. Sementara rasio Gini ditargetkan membaik menjadi 0,362 hingga 0,367 dari sebelumnya 0,377 hingga 0,380.
“Jarak antara yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar, bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit,” ujar Prabowo.
Di bidang pembangunan sumber daya manusia, indeks modal manusia ditargetkan meningkat menjadi 0,575 dari sebelumnya 0,570. Pemerintah juga menargetkan peningkatan indeks kesejahteraan petani menjadi 0,8038 dari sebelumnya 0,7731.
Presiden Prabowo menyebut nilai tukar petani (NTP) yang saat ini mencapai angka 126 sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah harus terus ditingkatkan. Pemerintah juga menargetkan peningkatan proporsi lapangan kerja formal menjadi 40,81 persen pada 2027, naik dari 35 persen pada 2026.
Menurut Presiden Prabowo, seluruh target tersebut akan dicapai melalui strategi ekonomi yang tepat serta kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat secara nyata.
"Demikian telah saya sampaikan angka-angka kunci dari kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2027," tandasnya.
