Puan Sebut Kehadiran Presiden Tegaskan RAPBN 2027 Diarahkan untuk Rakyat

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 20 Mei 2026 | 11:30 WIB
Ketua DPR Puan Maharani. (Ashar/SinPo.id)
Ketua DPR Puan Maharani. (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. KEM-PPKF RAPBN 2027 disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sebelum Rapat Paripurna dimulai, Puan menyambut kedatangan Presiden Prabowo di Kompleks Parlemen DPR RI. Puan bersama pimpinan DPR lainnya pun kemudian berfoto bersama dengan Presiden Prabowo.

Rapat Paripurna ini dihadiri sebanyak 451 anggota DPR RI, Saat memimpin Rapat Paripurna DPR RI, Puan didampingi Wakil Ketua DPR RI, Dasco, Saan Mustopa, dan Sari Yuliati.

"Perkenankanlah kami selaku Pimpinan Dewan membuka Rapat Paripurna DPR RI yang ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, kami nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam pengantarnya, Puan mengatakan Rapat Paripurna DPR RI hari ini sangat spesial karena dihadiri secara langsung oleh Presiden yang menyampaikan langsung Kerangka KEM dan PPKF RAPBN 2027 di hadapan Sidang Dewan yang terhormat. 

"KEM PPKF Tahun Anggaran 2027, merupakan rancangan awal sebagai dasar dalam menyusun APBN Tahun Anggaran 2027, yang memiliki arah kebijakan ekonomi makro serta arah kebijakan anggaran pendapatan dan belanja negara," kata dia.

Puan menambahkan KEM-PPKF Tahun Anggaran 2027 juga memiliki peran yang strategis, karena bukan saja terkait rancang bangun postur APBN yang sehat dan berkelanjutan yaitu pendapatan negara, belanja negara, defisit dan pembiayaan.

"Akan tetapi juga mengantisipasi berbagai risiko ekonomi yang dapat ditimbulkan baik dari dalam maupun luar negeri," kata Puan.

Mantan Menko PMK ini pun menyebut KEM-PPKF Tahun Anggaran 2027 diharapkan mampu menjadi fondasi bagi terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Puan merinci pertumbuhan ekonomi yang berkualitas tersebut,

"Yaitu pertumbuhan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka Produk Domestik Bruto yang tinggi semata, tetapi juga pertumbuhan yang menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penghasilan rakyat, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan," katanya.

"Memperkuat daya saing, serta memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia," timpal Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan asumsi makro dan arah fiskal dalam KEM-PPKF juga akan memberi sinyal kepada investor, dunia usaha, pemerintah daerah, serta pelaku pasar, tentang ruang gerak perekonomian nasional pada tahun 2027.

"Isi dari KEM-PPKF Tahun 2027, juga selalu menjadi harapan bagi seluruh rakyat Indonesia, untuk dapat merasakan manfaat dari pembangunan nasional, sehingga kehidupan rakyat semakin mudah dan sejahtera," kata cucu Bung Karno ini.

Menurut Puan, kehadiran Presiden Prabowo dalam menyampaikan KEM-PPKF Tahun 2027 menjadi momentum yang penting dan strategis. Kehadiran Presiden Prabowo disebut untuk menegaskan bahwa rancang bangun APBN  2027 diarahkan untuk memberikan manfaat nyata yang sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Terutama di situasi global yang tidak menentu saat ini," kata Puan.

Puan kemudian mempersilakan Presiden Prabowo maju ke atas podium untun menyampaikan KEM-PPKF RAPBN Tahun Anggaran 2027. "Kepada Saudara Presiden kami mempersilakan," kata Puan.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo mengungkap mengapa meminta waktu untuk menyampaikan pidato KEM-PPKF RAPBN Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI. Menurutnya, di tengah geopolitik yang tidak pasti ini, Presiden Prabowo merasa perlu menyampaikan langsung kondisi perekonomian negara.

"Saya sengaja minta waktu untuk berdiri di hadapan saudara-saudara sekalian, untuk menyampaikan langsung sendiri arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita, sebagai pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara APBN 2027," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan kondisi geopolitik yang penuh tantangan saat ini berpengaruh dengan perekonomian dalam negeri. Oleh karena itu, Prabowo merasa perlu untuk menyampaikan secara langsung kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal.

"Kita sekarang sebagai bangsa menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang penuh dengan konflik ketegangan dan ketidakpastian, peperangan terjadi di banyak tempat, bahkan di Eropa di Timur Tegah, di kawasan yang walaupun jauh dari kita tapi ternyata memiliki dampak dan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan," kata dia.

"Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden RI harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara," ucap Prabowo.

Sejumlah Menteri beserta pimpinan lembaga Kabinet Merah/Putih turut hadir dalam Rapat Paripurna DPR RI hari ini. Di antaranya seperti Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kemudian, hadir pula pimpinan MPR RI dan DPD RI, Ketua BPK RI Isma Yatun, Ketua Mahkamah Agung Sunarto, Ketua KPK Setyo Budiyanto, dan sejumlah Ketua Umum Partai Politik seperti Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ketum Partai NasDem Surya Paloh, Ketum PKB Abdul Muhaimin Iskandar, Ketum PKS Al Muzzammil Yusuf, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

BERITALAINNYA
BERITATERKINI