Amirul Hajj Indonesia Perketat Pemantauan Kesehatan Jemaah di Arab Saudi

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:12 WIB
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak bersama sejumlah tokoh yang tergabung dalam Amirul Hajj 2026 (Foto: SinPo.id/Kemenhaj RI)
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak bersama sejumlah tokoh yang tergabung dalam Amirul Hajj 2026 (Foto: SinPo.id/Kemenhaj RI)

SinPo.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan aspek kesehatan jemaah menjadi perhatian utama pemerintah dalam pelaksanaan ibadah haji 2026, kendati proses keberangkatan dinilai berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dahnil menyampaikan hal itu seusai tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, bersama rombongan Amirul Hajj Indonesia, Senin, 18 Mei 2026.

“Kami ingin memastikan nanti tahun ini sudah sangat ketat, tapi tentu masih ada PR yang perlu kita perbaiki,” kata Dahnil dalam keterangan resminya, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut dia, pemerintah bersama tim medis dan Amirul Hajj akan melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi kesehatan jemaah selama berada di Tanah Suci, terutama bagi kelompok lanjut usia.

“Di Tanah Suci juga kami akan memantau dengan ketat terkait dengan isu kesehatan. Misalnya isu demensia, isu penyakit menular, dan sebagainya. Itu menjadi perhatian khusus kami,” tuturnya. 

Selain sektor kesehatan, Dahnil menilai fase keberangkatan jemaah haji dari Indonesia tahun ini berlangsung relatif lancar dan minim persoalan krusial. 

Dia menyebut tidak ditemukan kasus keterpisahan mahram maupun anggota keluarga saat proses keberangkatan.

“Biasanya kan isunya adalah ada pergantian atau terpisahnya mahram atau anggota keluarga. Nah, sampai dengan hari ini pada saat keberangkatan, kami tidak menemukan ada pergantian atau perpisahan mahram,” ujar Dahnil. 

Dahnil juga menyoroti distribusi kartu Nusuk yang dinilai lebih tertata dibanding pelaksanaan haji sebelumnya. 

Menurut dia, sebagian besar kartu telah dibagikan sejak di Indonesia, sementara sisanya langsung diterima jemaah setibanya di Arab Saudi.

“Kartu Nusuk biasanya dibagikan di Indonesia sekarang. Tidak satu pun ada isu krusial terkait dengan kartu Nusuk,” ujar dia.

Adapun dalam rombongan Amirul Hajj tersebut turut hadir Wakil Menteri Perhubungan Suntana, perwakilan tim monitoring Kementerian Pertahanan Brigjen Wira, serta anggota Amirul Hajj Jusuf Hamka.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI