Komisi XI DPR Dorong BI Optimalkan DHE SDA untuk Jaga Stabilitas Rupiah
SinPo.id - Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin, mendorong Bank Indonesia untuk mengoptimalkan instrumen Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
“Tentu, DHE SDA ini merupakan salah satu solusi kebijakan untuk penguatan nilai tukar kita hari ini. Dan, yang menjadi perhatian adalah bagaimana kita bisa mengoptimalisasi devisa hasil ekspor supaya bisa membantu stabilitas suplai valuta asing yang ada di Indonesia,” kata Puteri, dalam keterangan persnya, dikutip Selasa, 19 Mei 2026.
Ia pun menekankan pentingnya pendalaman pasar keuangan agar semakin menarik bagi eksportir yang ingin memarkirkan dananya ke Indonesia.
“Namun, harus kita akui juga, pendalaman pasar keuangan kita masih kurang. Sehingga, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mereka ingin memarkirkan dananya di Indonesia, ketika produk-produk yang mereka inginkan itu belum tersedia," ungkapnya.
Oleh sebab itu, ia mendorong koordinasi yang efektif dan erat dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), khususnya Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), guna memperkuat bauran kebijakan ekonomi.
Puteri juga menyoroti kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, hingga mencapai Rp388,1 triliun pada 2025 lalu.
“Tentu, angka ini bukan jumlah kecil, dan harapannya memang dapat mendorong akselerasi intermediasi perbankan maupun penurunan biaya kredit di sektor riil," tuturnya.
"Untuk itu, yang perlu menjadi perhatian BI kemudian, adalah bagaimana insentif likuiditas yang sudah sangat besar tadi, bisa menurunkan biaya kredit, sekaligus meningkatkan akses pembiayaan ke masyarakat,” kata Puteri menambahkan.
