Belajar dari Kopenhagen, Wagub DKI: Kunci Pengelolaan Sampah Ada di Warga
SinPo.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai keberhasilan pengelolaan sampah modern tidak hanya ditentukan teknologi, melainkan kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.
Hal itu disampaikan Rano saat memimpin delegasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meninjau fasilitas pengolahan sampah Copen Hill di Kopenhagen, Denmark.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari sistem pengolaan sampah terpadu berbasis waste-to-energy yang diterapkan di ibu kota Denmark itu. Di fasilitas Copen Hill, sampah yang telah dipilah dibakar pada suhu hingga 1.000 derajat Celsius untuk menghasilkan energi listrik dan panas bagi warga kota.
“Pemilahan sampah di hulu adalah kunci. Teknologi bisa dibangun, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi warga,” kata Rano dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa, 19 Mei 2026.
Menurut dia, pengalaman Kopenhagen menunjukkan fasilitas pengolahan sampah dapat dibangun secara modern sekaligus terbuka bagi publik.
Rano menyoroti keberadaan area edukasi, kafe, hingga arena ski rumput di kawasan fasilitas tersebut.
“Fasilitas lingkungan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang tertutup dan kumuh,” tuturnya.
Rano mengatakan Jakarta membutuhkan perubahan perilaku masyarakat bila ingin mempercepat pengurangan sampah perkotaan.
Menurut dia, teknologi pengolahan sampah tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan warga dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, Jakarta memiliki peluang besar untuk mengurangi persoalan sampah kota,” kata dia.
Sementara itu Pengelola Copen Hill, Flemming G. Nielsen menyebut masyarakat di Kopenhagen diwajibkan memilah sampah rumah tangga ke dalam 10 kategori sebelum diolah lebih lanjut.
Menurut dia, sampah makanan diproses di fasilitas terpisah untuk menghasilkan biogas, sedangkan sampah lain seperti plastik, kaca, dan logam diolah menjadi energi.
“Kami menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dengan 10 kategori,” kata Nielsen.
Adapun fasilitas yang beroperasi sejak 2017 itu mampu mengolah sekitar 440 ribu hingga 610 ribu ton sampah setiap tahun. Dari proses tersebut dihasilkan sekitar 283 GWh listrik dan 1.383 GWh energi panas yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 100 ribu hingga 150 ribu rumah tangga di Kopenhagen.
