PDRI Terima Delegasi PAP Women’s Wing Singapura, Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Politik

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 19 Mei 2026 | 08:26 WIB
Ketua Umum PDRI Dr. Vitri C. Mallarangeng-Ketua PIA Fraksi Demokrat DPR RI Aliya Rajasa Yudhoyono saat menerima delegasi People's Action Party Women's Wing yang dipimpin oleh Sim Ann. (SinPo.id/PDRI)
Ketua Umum PDRI Dr. Vitri C. Mallarangeng-Ketua PIA Fraksi Demokrat DPR RI Aliya Rajasa Yudhoyono saat menerima delegasi People's Action Party Women's Wing yang dipimpin oleh Sim Ann. (SinPo.id/PDRI)

SinPo.id - Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) menerima kunjungan delegasi People's Action Party Women's Wing yang dipimpin oleh Sim Ann, Senior Minister of State Ministry of Foreign Affairs & Ministry of Home Affairs Singapura, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta pada Senin, 18 Mei 2026.

Dalam kunjungan itu mereka mengikuti agenda diskusi dan pertukaran gagasan mengenai penguatan kepemimpinan perempuan di bidang politik dan pemerintahan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Aliya Rajasa Yudhoyono selaku Ketua PIA Fraksi Demokrat DPR RI, bersama jajaran pengurus dan kader perempuan Partai Demokrat.

Kehadiran Aliya Rajasa Yudhoyono memperkuat komitmen Partai Demokrat dalam mendorong peran strategis perempuan dalam pembangunan demokrasi dan kepemimpinan nasional.

Ketua Umum PDRI Dr. Vitri C. Mallarangeng menyampaikan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki komitmen bersama dalam mendorong peran perempuan dalam demokrasi dan pembangunan bangsa.

Dalam sambutannya, Vitri menegaskan bahwa perempuan memiliki kontribusi penting dalam menciptakan kebijakan yang lebih inklusif, responsif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

"PDRI sebagai organisasi sayap perempuan Partai Demokrat terus berupaya memperkuat partisipasi politik perempuan melalui pendidikan politik, pengembangan kepemimpinan, serta advokasi kebijakan yang responsif gender," kata Vitri.

Dalam forum tersebut juga dibahas perjalanan Reformasi Indonesia yang membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk terlibat dalam politik, termasuk melalui kebijakan kuota 30 persen keterwakilan perempuan.

"Saat ini, keterwakilan perempuan di parlemen Indonesia telah meningkat dari sekitar sembilan persen pada 1999 menjadi sekitar 21 persen dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Komunikasi PDRI Metty Yan Harahap menjelaskan bahwa delegasi kedua negara juga bertukar pandangan mengenai pengembangan kader perempuan muda, program mentorship, pendidikan kepemimpinan, serta peluang kerja sama bilateral antara organisasi perempuan Indonesia dan Singapura.

"PDRI berharap pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mempererat kolaborasi regional untuk mendorong lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat dan kawasan ASEAN, kata Metty.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI