3 Orang Tewas Dalam Insiden Penembakan di Masjid San Diego AS, Polisi Sebut Hate Crime

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 19 Mei 2026 | 07:39 WIB
Ilustrasi pistol
Ilustrasi pistol

SinPo.id -  Tiga orang, termasuk seorang petugas keamanan, tewas dalam penembakan di Islamic Center of San Diego, masjid terbesar di wilayah tersebut, Senin 18 Mei 2026 waktu setempat. Polisi menyebut insiden ini sebagai dugaan kejahatan bermotif kebencian.

Seperti diberitakan CNN, dua pelaku remaja berusia 17 dan 19 tahun ditemukan tewas di dalam mobil dekat lokasi kejadian. Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengatakan keduanya “tampak meninggal akibat luka tembak yang mereka lakukan sendiri.”

Sekitar 100 aparat kepolisian dikerahkan ke lokasi setelah laporan adanya penembakan aktif. Mereka mendapati tiga korban tewas di luar masjid dan segera melakukan penyisiran ke seluruh ruangan. Wahl menegaskan, “Salah satu korban adalah petugas keamanan yang berperan penting mencegah jatuhnya lebih banyak korban.”

Imam Taha Hassane, direktur Islamic Center of San Diego, menyebut serangan ini “sangat keterlaluan” karena menargetkan tempat ibadah. Ia menambahkan, “Kami belum pernah mengalami tragedi seperti ini sebelumnya. Saat ini yang bisa kami lakukan adalah berdoa dan berdiri bersama keluarga korban.”

FBI turut turun tangan, dengan Direktur Kash Patel berjanji memberikan semua sumber daya untuk mendukung penyelidikan. Sementara itu, Council on American-Islamic Relations (CAIR) mengecam keras serangan ini, mengingat laporan diskriminasi terhadap Muslim di AS mencapai rekor tertinggi pada 2025.

Wali Kota San Diego, Todd Gloria, memastikan tidak ada ancaman lanjutan bagi masyarakat setelah polisi menyatakan situasi telah “dinetralkan.”

BERITALAINNYA
BERITATERKINI