Kemlu RI Pastikan Keselamatan WNI di Armada Flotilla yang Dicegat Israel

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 19 Mei 2026 | 01:16 WIB
Kapal-kapal Global Sumud Flotilla yang membawa misi kemanusiaan ke Gaza telah berlayar, dan diperkirakan akan transit di Tunisia hari ini. (SinPo.id/SMART 171)
Kapal-kapal Global Sumud Flotilla yang membawa misi kemanusiaan ke Gaza telah berlayar, dan diperkirakan akan transit di Tunisia hari ini. (SinPo.id/SMART 171)

SinPo.id -  Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi peserta Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza, setelah armada tersebut dicegat oleh pasukan Zionis Israel.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa pihaknya melalui Direktorat Pelindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif, termasuk percepatan proses pemulangan bila diperlukan.

“Kemlu RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” ujar Yvonne dalam pernyataan resmi di Jakarta, Senin 18 Mei 2026.

Menurut laporan, sekurangnya sepuluh kapal telah dicegat di perairan Siprus, bagian timur Laut Mediterania, antara lain “Amanda”, “Barbaros”, “Josef”, dan “Blue Toys”. Di kapal Josef terdapat seorang WNI bernama Andi Angga Prasadewa, delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) – Rumah Zakat.

Selain itu, komunikasi masih diupayakan dengan kapal yang membawa jurnalis Republika Bambang Noroyono, yang diketahui menaiki kapal “Boralize”. Situasi disebut sangat dinamis sehingga perkembangan tetap perlu diantisipasi.

Kemlu RI menegaskan bahwa perlindungan WNI akan terus menjadi prioritas pemerintah Indonesia. Pihaknya juga menyerukan agar Israel menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengonfirmasi bahwa sembilan relawan Indonesia, termasuk dua jurnalis Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, ikut terkena intersepsi Israel. Intersepsi terjadi di perairan Siprus sekitar 200 mil laut dari Gaza.

Dengan kondisi ini, pemerintah Indonesia menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitas perlindungan dan pemulangan, sembari terus menekan Israel agar menghentikan penahanan terhadap misi kemanusiaan internasional.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI