Menteri P2MI: Berkat Remitansi Pekerja Migran Rp288 Triliun, Roda Ekonomi Desa Berputar

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 18 Mei 2026 | 12:28 WIB
Menteri P2MI Mukhtarudin melaunching Gerakan Nasional Migran Aman. (SinPo.id/Tio)
Menteri P2MI Mukhtarudin melaunching Gerakan Nasional Migran Aman. (SinPo.id/Tio)

SinPo.id - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mengatakan, kontribusi pekerja migran bagi Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena, selain remitansi atau uang yang dikirim sepanjang 2025 mencapai Rp288 triliun, PMI juga berhasil menggerakan roda perekonomian di desa. 

"Berdasarkan data statistik ekonomi dan keuangan Indonesia dari Bank Indonesia, remitansi yang dihasilkan pekerja migran Indonesia tahun 2025 mencapai angka Rp288 Triliun," kata Muktaruddin saat melaunching Gerakan Nasional Migran Aman di Kantor KP2MI, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026. 

Menurutnya, remitansi yang dikelola secara produktif dan berkelanjutan mampu menggerakkan roda ekonomi, membuka usaha baru, dan melahirkan kisah keberhasilan di berbagai daerah. Dana yang mereka kirim juga menjadi motor penggerak ekonomi dan penguatan kesejahteraan masyarakat di daerah asal.

"Dari tangan-tangan mereka roda ekonomi berputar, desa-desa bergerak, dan bangsa ini memperoleh kekuatan," ujar Menteri P2MI.

Ia menjelaskan, remitansi kini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga dialihkan ke sektor produktif seperti pertanian, kuliner, industri kreatif, hingga pendidikan. Banyak purna pekerja migran yang pulang membawa pengalaman, keterampilan, dan keberanian untuk mengembangkan usaha di daerah asal.

Kondisi ini, kata dia, merupakan bentuk brain circulation, di mana migrasi yang aman melahirkan kemandirian dan kesejahteraan. 

"Pekerja migran Indonesia bukanlah sekadar angka dalam laporan statistik. Mereka adalah pejuang ekonomi keluarga yang rela meninggalkan keluarga dan bekerja keras di negeri orang. Mereka adalah anak bangsa yang menukar rindu dengan perjuangan demi masa depan yang lebih sejahtera," ucapnya.

Untuk itu, tegas Mukhtarudin, negara memiliki tanggung jawab memastikan keselamatan dan pelindungan bagi seluruh pekerja migran Indonesia.

"Mereka adalah anak-anak bangsa yang menukar rindu dengan perjuangan demi masa depan yang lebih sejahtera. Mereka adalah bagian dari kit, dan kita semua bertanggung jawab atas keselamatan mereka," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI