WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Global

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 18 Mei 2026 | 04:18 WIB
Ebola (pixabay)
Ebola (pixabay)

SinPo.id -  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu 17 Mei 2026 resmi menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai public health emergency of international concern atau darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian dunia.

Wabah terbaru ini dipicu oleh virus Bundibugyo, salah satu jenis Orthoebolavirus yang dapat menyebabkan penyakit Ebola. WHO menegaskan wabah ini belum memenuhi kriteria pandemi, namun dengan jumlah kasus yang terus meningkat, setidaknya 80 kematian diduga terkait dan belum adanya vaksin yang disetujui, kekhawatiran global semakin besar.

Data Wabah

DRC (Provinsi Ituri): 246 kasus suspek, 8 kasus terkonfirmasi, dan 80 kematian diduga akibat Ebola.

Uganda (Kampala): 2 kasus terkonfirmasi, termasuk 1 kematian. Kedua kasus tidak memiliki keterkaitan langsung, namun keduanya memiliki riwayat perjalanan dari DRC.

Fatality rate: Virus Bundibugyo diperkirakan memiliki tingkat kematian 25–40%, menurut Médecins Sans Frontières (MSF).

Kondisi Lapangan

MSF menyebut situasi di Ituri sangat mengkhawatirkan karena masyarakat sulit mengakses layanan kesehatan di tengah konflik bersenjata. “Jumlah kasus dan kematian yang muncul dalam waktu singkat, ditambah penyebaran lintas wilayah dan perbatasan, sangat mengkhawatirkan,” kata Trish Newport, manajer program darurat MSF.

Upaya Penanggulangan

WHO akan segera menggelar komite darurat internasional untuk membahas langkah penanganan.

Pemerintah DRC dan Uganda mendapat pujian atas keterbukaan dalam melaporkan risiko.

Organisasi kemanusiaan bersiap meluncurkan respons skala besar untuk mencegah eskalasi wabah.

Ebola dikenal sebagai penyakit mematikan dengan gejala awal berupa demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, hingga muntah dan diare. Pada tahap lanjut, pasien dapat mengalami perdarahan internal maupun eksternal.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI