Puluhan Ribu Ikut Aksi “Unite the Kingdom” di London

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 18 Mei 2026 | 04:15 WIB
London
London

SinPo.id -  Puluhan ribu orang kembali turun ke jalan di ibu kota Inggris pada Sabtu 17 Mei 2026 dalam aksi bertajuk “Unite the Kingdom” yang digagas oleh aktivis kontroversial Tommy Robinson. Aksi ini menyusul demonstrasi besar pada September lalu yang sempat dihadiri sekitar 150.000 orang dan dianggap sebagai titik balik politik Inggris.

Robinson, yang bernama asli Stephen Yaxley-Lennon, berpidato di Parliament Square dengan retorika keras. Ia menyerukan para pendukungnya untuk “siap menghadapi Battle of Britain” dan mendesak mereka menjadi aktivis menjelang pemilu umum berikutnya. “Jika tidak, kita akan kehilangan negara kita selamanya,” katanya.

Aksi kali ini berlangsung di tengah gejolak politik Westminster, di mana Perdana Menteri Keir Starmer menghadapi tekanan internal dari Partai Buruh. Kondisi tersebut memberi dorongan baru bagi gerakan sayap kanan yang semakin terorganisir. Starmer sebelumnya menegaskan mendukung aksi damai, namun menuduh penyelenggara menyebarkan “kebencian dan perpecahan.”

Demonstrasi diwarnai beragam simbol politik. Sebagian peserta mengenakan warna turquoise khas Reform UK, partai yang dipimpin Nigel Farage, sementara lainnya membawa bendera “Restore Britain” mendukung partai sayap kanan pimpinan Rupert Lowe. Ada pula peserta yang membawa bendera Israel, Denmark, hingga Iran monarki.

Polisi Metropolitan London mengerahkan operasi besar untuk mencegah bentrokan dengan aksi pro-Palestina yang digelar bersamaan. Sebanyak 11 orang ditangkap atas berbagai pelanggaran, meski CNN melaporkan tidak ada insiden kekerasan besar.

Bagi banyak peserta, aksi ini menjadi seruan untuk “mengembalikan kejayaan Inggris” dan memperkuat kepemimpinan politik. “Ini adalah Inggris, dengar kami mengaum,” tulis salah satu spanduk yang dibawa demonstran.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI