Menteri PU Sebut Masalah Lahan Sekolah Rakyat Wonosobo Sudah Beres
SinPo.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan, masalah lahan yang sempat muncul dalam proses pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II Provinsi Jawa Tengah 1 di Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, sudah diselesaikan.
"Masalah lahannya sekarang sudah beres semua. Saat ini semuanya sudah sinergis dan ini kinerja bersama Kementerian PU," kata Dody dalam keterangannya, Sabtu, 16 Mei 2026.
Dody menyampaikan, salah satu kendala yang sempat terjadi dalam pembangunan Sekolah Rakyat berkaitan dengan lahan yang sebagian masih dimiliki masyarakat. Sehingga berdampak pada proses desain dan pelaksanaan konstruksi.
Namun, ia bersyukur, baik masalah lahan, maupun berbagi kendala lainnya juga telah diselesaikan melalui dukungan berbagai pihak.
"Tidak ada masalah, kemarin memang ada sedikit masalah terkait beton, tapi sudah disupport dari berbagai pihak. Sekolah Rakyat ini merupakan program prioritas pemerintah, dan karena saat ini sudah masuk masa kritis, maka Kementerian PU menjadikan ini kerja gotong royong dari semua pihak," kata Dody.
Dia memaparkan, berdasarkan data progres per 14 Mei 2026, realisasi fisik pembangunan telah mencapai 40,06 persen dengan dukungan 1.167 tenaga kerja di lapangan. Percepatan pembangunan ini tak hanya melibatkan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, tetapi juga seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian PU serta dukungan dari berbagai instansi lain.
"Dari BUMN saya minta tolong, dari TNI kita juga minta tolong. Jadi kami kerjakan bersama-sama agar pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II ini benar-benar bisa selesai Juni, dan adik-adik bisa masuk sekolah baru pada tahun ajaran baru di Juli," tuturnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat Wonosobo dilaksanakan menggunakan APBN Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp229,05 miliar. Kawasan pendidikan terpadu ini dibangun di atas lahan seluas 5,038 hektare dengan total luas bangunan mencapai 27.474 m².
Sekolah Rakyat Wonosobo dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu jenjang SD, SMP, dan SMA yang dilengkapi asrama siswa, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, serta sarana olahraga.
Untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan secara nasional, Kementerian PU melakukan berbagai strategi percepatan seperti penambahan alat berat, peningkatan jumlah tenaga kerja, penerapan sistem kerja tiga shift, serta penyesuaian metode konstruksi agar pekerjaan lebih optimal.
"Presiden Prabowo berpesan supaya selesai on time, on schedule, kualitasnya diperhatikan dan dikerjakan secara efektif dan efisien. Pokoknya semua Sekolah Rakyat kita upayakan bisa selesai, Insya Allah Juni 2026," tandas Dody.

