Jaga Fisik Jelang Armuzna, Jemaah Diingatkan Tak Aji Mumpung Ibadah Sunnah
SinPo.id - Musyrif Diny 2026, KH Asrorun Niam Sholeh, mengingatkan jemaah haji Indonesia agar tidak terjebak dalam semangat aji mumpung dengan memaksakan ibadah sunnah seperti umrah berkali-kali maupun tawaf tambahan secara berlebihan. Ibadah sunnah sebaiknya dilakukan secara proporsional dan disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing.
"Umrah sewajarnya saja, thawaf juga secukupnya. Jangan sampai memforsir tenaga hanya karena ingin sebanyak-banyaknya ibadah sunnah, sementara tenaga itu sangat dibutuhkan saat Armuzna," kata Niam di Madinah, dalam keterangannya, Jumat, 15 Mei 2026.
Niam mengimbau jemaah untuk menjaga ketahanan fisik dan menyimpan energi cadangan demi menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang sangat menguras tenaga. Sebab, menjaga kesehatan juga bagian dari ikhtiar ibadah.
Dia mengingatkan, rangkaian puncak haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Di mana, jemaah akan menjalani mobilitas tinggi di tengah suhu panas Arab Saudi.
Senada, Ketua Musyrif Diny 2026, KH M Cholil Nafis, mengingatkan jemaha haji agar lebih bijak menjaga kondisi fisik. Jemaah terutama lansia dan kelompok risiko tinggi, diminta tidak memaksakan diri mengejar ibadah sunnah yang berpotensi menguras tenaga sebelum wukuf di Arafah.
Imbauan itu disampaikan menyusul tingginya aktivitas ibadah jamaah di Madinah dan Makkah, mulai dari mengejar shalat Arbain di Masjid Nabawi hingga berulang kali melaksanakan umrah sunnah di Masjidil Haram.
Cholil menegaskan, menjaga stamina jelang Armuzna jauh lebih penting agar jamaah mampu menjalankan rukun haji secara sempurna.
"Jangan sampai tenaga habis sebelum puncak haji. Yang paling utama adalah kesiapan untuk menjalani Arafah, Muzdalifah, dan Mina," kata Cholil.
