Persiapan Puncak Haji, Kemenhaj Imbau Jemaah Biasakan Jalan Kaki Bertahap

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 14 Mei 2026 | 22:12 WIB
Kloter pertama jemaah haji Indonesia tiba di Madinah (SinPo.id/ Dok. Kemenhaj)
Kloter pertama jemaah haji Indonesia tiba di Madinah (SinPo.id/ Dok. Kemenhaj)

SinPo.id -  Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau jemaah haji Indonesia untuk membiasakan diri berjalan kaki secara perlahan dan bertahap agar kondisi fisik tetap terjaga saat menjalankan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Karena saat puncak haji di Armuzna jemaah berpotensi menempuh jarak cukup jauh, baik akibat kepadatan maupun pengaturan pergerakan.

"Jadi, mari kita sama-sama para jemaah membiasakan diri untuk berjalan kaki secara bertahap sesuai dengan kemampuan," kata Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026. 

Maria menyampaikan, cuaca panas ekstrem di Arab Saudi, juga menjadi tantangan utama, terutama bagi jemaah lanjut usia dan jemaah dengan penyakit penyerta. Untuk itu, Kemenhaj meminta jemaah membatasi aktivitas yang tidak mendesak, terutama siang hari saat suhu udara sangat tinggi.

Kemenhaj juga mengimbau jemaah untuk mengutamakan ibadah wajib, memperbanyak istirahat, menghemat tenaga, serta mengonsumsi makanan secara teratur dan tepat waktu. Kebutuhan cairan tubuh juga harus dipenuhi dengan minum air putih minimal 4 teguk setiap 10 menit sekali.

Maria mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berlebihan, termasuk berjalan jauh tanpa kebutuhan mendesak. Sebaiknya, gunakan waktu di tanah suci secara bijak agar stamina tetap terjaga menjelang Armuzna. 

"Haji bukan sekadar ibadah ritual, tapi juga ibadah yang membutuhkan fisik prima dan waktu tempuh berjalan kaki yang tidak sedikit," katanya.

Khusus bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta atau berisiko tinggi, Kemenhaj meminta agar selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas sektor. Jemaah diminta segera melapor apabila mengalami keluhan seperti lemas, pusing, sesak napas, demam, atau dehidrasi.

"Persiapkan diri sebaik mungkin agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar, aman, sehat, dan mabrur. Layanan kesehatan haji Indonesia hingga saat ini terus berjalan secara optimal," tutup Maria.

 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI