Kemenhaj Catat Kesiapan Tenda untuk Wukuf di Arafah Sudah 90 Persen

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 14 Mei 2026 | 21:10 WIB
Ilustrasi. (SinPo.id/Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)
Ilustrasi. (SinPo.id/Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)

SinPo.id -  Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi secara berkala terus mengecek kesiapan layanan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Hal tersebut meliputi akomodasi, konsumsi, transportasi jemaah, dan saat ini kesiapan fasilitas tenda jemaah untuk wukuf di Arafah sudah mencapai 90 persen. 

"Kesiapan tenda di Arafah saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Peninjauan layanan transportasi bus Masyair juga terus dilakukan untuk memastikan mobilitas jemaah berjalan lancar saat puncak haji," kata Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf, dalam konferensi pers, Kamis, 14 Mei 2026.

Menurut Maria, PPIH Arab Saudi juga telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi untuk mengantisipasi potensi kepadatan pergerakan jemaah, khususnya  jalur Arafah menuju Muzdalifah dan Muzdalifah menuju Mina.

Kemenhaj mengingatkan jemaah agar membatasi aktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari saat suhu udara sangat tinggi. Jemaah juga diimbau memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh guna menghindari dehidrasi dan kelelahan.

"Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, stamina perlu dijaga sejak sekarang agar jemaah dapat menjalani Armuzna dengan baik," imbaunya.

Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta atau risiko tinggi, Kemenhaj meminta untuk selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas sektor apabila mengalami keluhan kesehatan.

Petugas kesehatan haji Indonesia hingga saat ini terus melakukan pemantauan aktif, edukasi kesehatan, serta pendampingan kepada jemaah di hotel, sektor, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), maupun fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi.

Kemenhaj juga mengimbau jemaah untuk menggunakan alat pelindung diri sederhana seperti payung, alas kaki, dan masker apabila diperlukan saat beraktivitas di luar hotel guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI