SIAL Interfood 2026 Bakal Perkuat Industri Pangan Nasional di Tengah Persaingan Global

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 13 Mei 2026 | 23:54 WIB
Konferensi pers SIAL Interfood yang akan digelar 4-6 November di JIExpo Kemayoran. (SinPo.id/Tio)
Konferensi pers SIAL Interfood yang akan digelar 4-6 November di JIExpo Kemayoran. (SinPo.id/Tio)

SinPo.id - Pameran internasional SIAL Interfood akan kembali digelar pada 4–6 November 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, didukung Kementerian Perindustrian dan diselenggarakan oleh Seven Event bersama Comexposium. 

"Penyelenggaraan SIAL Interfood 2026 menjadi ajang penting untuk memperkuat industri pangan nasional di tengah persaingan global," kata CEO Seven Event Andy Wismarsyah, dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026. 

Andy mengatakan, dengan menghadirkan platform khusus bagi para profesional, pameran ini tidak hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga sebagai pusat pertukaran ilmu dan teknologi.

"Sinergi ini bertujuan menciptakan kolaborasi jangka panjang yang mampu mendorong produk Indonesia semakin kompetitif di pasar dunia," ucapnya. 

Dia menegaskan, efektivitas pertemuan bisnis adalah inti dari pameran ini. Karenanya, fokus SIAL Interfood 2026 yaitu menghadirkan standar keunggulan bisnis internasional dengan menghubungkan para peserta pameran dengan profil pelaku industri yang sangat berkualitas. 

Dengan penyediaan fasilitas dan area pameran yang komprehensif, Seven Event berkomitmen menghadirkan atmosfer bisnis yang produktif dan profesional. 

"Harapan kami, setiap interaksi yang tercipta di JIExpo Kemayoran nanti dapat menghasilkan kolaborasi nyata yang mendorong kemajuan berkelanjutan bagi industri makanan dan minuman di Indonesia," kata Andy. 

Sementara itu, CEO of Food and Beverage Division of Comexposium, Rodolphe Lameyse, menekankan pentingnya penyelenggaraan di tahun ini dalam memperkuat posisi pameran di pasar global. 

"Jaringan SIAL saat ini memasuki babak baru yang sangat penting. Dengan memperkuat posisi acara sebagai tempat pertemuan bisnis (B2B) dan menarik pengunjung yang lebih profesional kami semakin mempertegas peran kami sebagai platform perdagangan nyata bagi industri makanan, " kata Rodolphe. 

Rodol menjelaskan, SIAL Interfood merupakan bagian dari jaringan SIAL Network yang sejak 1964 telah dikenal menjadi barometer inovasi pangan dunia. 

 SIAL Network juga berhasil mencatatkan pencapaian global yang luar biasa dengan menghadirkan total 17.000 peserta pameran dan menarik lebih dari 700.000 pengunjung profesional dari 205 negara. 

Rangkaian pameran SIAL global terselenggara di berbagai belahan dunia. Antara lain, SIAL Paris, SIAL Canada yang diselenggarakan secara bergantian di Montreal dan Toronto, SIAL China diselenggarakan di Shanghai dan Guangzhou. Kemudian, Food & Drinks Malaysia by SIAL, SIAL Interfood, Gourmet Selection serta Cheese and Dairy Products Show di Paris, Djazagro di Aljir (Aljazair) hingga yang terbaru SIAL Vietnam.

Kehadiran SIAL secara strategis di Indonesia sendiri dimulai pada 2015 guna menyasar potensi besar pasar Asia Tenggara. Saat debutnya tersebut, SIAL Interfood mencatatkan milestone penting dengan diikuti lebih dari 800 perusahaan dari 22 negara

Karena itu, lanjut Rodol, penyelenggaraan tahun ini tetap mempertahankan lokasi penyelenggaraan SIAL Interfood di JIExpo. Sebab, lokasinya sangat strategis untuk memastikan kualitas acara tetap terjaga. 

"Ini sekaligus menjadi langkah besar bagi kami untuk terus maju dan berkembang," ungkapnya.

Adapun para peserta SIAL Interfood 2026 beragam lebih dari 25 negara, mencakup wilayah Tiongkok (China), Asia-Pasifik (APAC) serta Eropa dan Timur Tengah (EMEA). 

Ia memaparkan, melalui jaringan global ini, para eksibitor dapat terhubung langsung dengan pembeli potensial yang mencari produk baru serta teknologi terbaru di berbagai sektor penting. Mulai dari makanan beku (frozen food), industri kopi dan teh, hingga inovasi pada teknologi pengolahan pangan (food processing).

Selain menampilkan beragam teknologi F&B dan inovasi produk, SIAL Interfood 2026 menawarkan program unggulan yang dirancang untuk memaksimalkan nilai bisnis dan jaringan profesional. 

Seperti     SIAL Innovation yang menjadi barometer tren pangan global. Program ini merupakan kompetisi bergengsi yang mengkurasi produk-produk paling inovatif dari para eksibitor. 

"Melalui penilaian juri ahli berdasarkan kriteria orisinalitas, kualitas, hingga dampaknya terhadap pasar, SIAL Innovation memberikan panggung bagi produk yang mampu menjawab kebutuhan konsumen masa depan dan membentuk tren industri F&B di tingkat internasional," tuturnya. 

Kemudian, International Cooking Competition bekerja sama dengan Asosiasi Chef Internasional. Kompetisi memasak bertaraf internasional ini akan mempertemukan para talenta koki terbaik. 

"Ajang ini menjadi panggung kreativitas sekaligus standarisasi keahlian koki profesional dengan penilaian langsung dari juri-juri kelas dunia," kata dia. 

Berikutnya, Barista Championship. Mengingat pertumbuhan industri kopi yang pesat di Indonesia, SIAL Interfood menghadirkan kompetisi barista yang menantang para pengolah kopi untuk menunjukkan teknik dan inovasi terbaru, mulai dari pemilihan biji hingga teknik penyeduhan yang presisi.

Dan, Business Matching, sebuah program khusus yang memfasilitasi pertemuan langsung antara eksibitor dengan pembeli potensial (trade buyers) melalui sistem yang terstruktur.

"Fasilitas ini bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi waktu di pameran dan memastikan terciptanya kemitraan strategis yang nyata dan berkelanjutan," tukas Rodol. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI