Iran Konfirmasi Penempatan Kapal Selam Mini Ghadir di Selat Hormuz untuk Hadapi Armada AS
SinPo.id - Iran resmi mengumumkan penempatan kapal selam mini Ghadir-class di Selat Hormuz sebagai langkah memperkuat strategi perang asimetris melawan Angkatan Laut Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan oleh Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Shahram Irani, pada 10 Mei 2026, saat latihan militer yang digelar untuk menghormati para pelaut yang gugur bersama frigat Dena.
Kapal selam Ghadir dirancang khusus untuk operasi di perairan dangkal Teluk Persia, dengan kemampuan bersembunyi di dasar laut (“bottom rest”) sebelum melancarkan serangan torpedo jarak dekat atau rudal anti-kapal. Taktik ini memanfaatkan kondisi akustik yang sulit di kawasan padat lalu lintas kapal, sehingga menyulitkan deteksi oleh sistem anti-kapal selam.
“Semua kapal selam ringan buatan dalam negeri kini ditempatkan di Selat Hormuz dalam kondisi siaga penuh,” ujar Shahram Irani.
Spesifikasi Ghadir-class
Panjang: 29 meter
Lebar: 2,75 meter
Bobot: 117 ton (permukaan) / 125 ton (terendam)
Kru: 7 orang
Persenjataan: 2 tabung torpedo 533 mm, kompatibel dengan torpedo Valfajr, Hoot superkavitasi, rudal Jask-2, serta kemampuan menebar ranjau laut.
Iran dilaporkan memiliki 14–20 unit Ghadir-class yang beroperasi dari pangkalan di Bandar Abbas. Kapal selam ini juga digunakan untuk misi infiltrasi pasukan komando laut serta operasi pengintaian di bawah kapal perang asing.
Penempatan Ghadir-class di Selat Hormuz menegaskan fokus Iran pada perang laut asimetris, terutama setelah kehilangan sejumlah kapal besar seperti frigat Dena, Alvand, Sahand, dan kapal induk logistik Makran dalam konflik 2026. Dengan ukuran kecil dan profil akustik rendah, kapal selam mini ini dianggap lebih sulit dideteksi dibanding kapal perang besar.
Sejarah menunjukkan kapal selam mini kerap efektif di perairan sempit dan padat, seperti kasus tenggelamnya korvet Korea Selatan ROKS Cheonan pada 2010 yang diduga akibat torpedo dari kapal selam mini Korea Utara. Hal ini memperkuat pandangan bahwa Ghadir-class dapat menjadi ancaman nyata bagi kapal perang besar maupun jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz.
