Kisah Emosional Dubes Palestina soal Gaza dan Bantuan dari Indonesia
SinPo.id - Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfatah Al-Sattari, menyampaikan terima kasih atas segala yang dilakukan bangsa Indonesia untuk negara Palestina, termasuk seluruh keluarganya yang saat ini masih berada di Gaza.
Dalam perayaaan satu dekade SMART 171, Al-Sattari membagikan kisah yang penuh emosi soal kehidupan di Gaza dan harapan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan.
“Anak dan keluarga saya di Gaza, sampai sekarang masih di Gaza. Saya bertanya kepada keluarga apa mereka punya makanan. Mereka bilang, ‘Kami punya makanan dari Indonesia.’ Saya berterima kasih pada Indonesia,” kata Al-Sattari, dikutip Senin, 11 Mei 2026.
Ia pun mengatakan bahwa sejak pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, dirinya tidak pernah merasa asing. Karena baginya, hubungan Indonesia-Palestina jauh lebih dalam daripada sekadar relasi diplomatik.
“Demi Allah, dari pertama saya masuk ke Indonesia, saya tidak merasa saya asing. saya merasa di sini berdiri di negeri saya sendiri," ungkapnya.
Pihaknya juga menjelaskan alasan warga Gaza tetap bertahan, meskipun harus menghadapi kehancuran, kehilangan keluarga, dan ancaman kelaparan yang amat nyata.
"Kekuatan utama rakyat Palestina bersumber pada iman dan pendidikan yang ibu kami berikan sejak kecil. Kami belajar Al-Qur’an, sirah Nabi, dan fiqih sejak kecil. Karena itu kami yakin penjajahan akan hilang dari Palestina,” tuturnya.
Selain itu, Al-Sattari juga membahas peristiwa yang terjadi tahun 1967, saat Israel berhasil menguasai sejumlah wilayah Arab hanya dalam enam hari. Tetapi, hingga hari ini, Israel belum mampu benar-benar menguasai Gaza, meski perang dan blokade tak pernah selesai.
“Mereka bisa ambil banyak wilayah dalam enam hari. Tapi sampai sekarang mereka belum bisa menguasai Gaza. Warga Gaza punya iman yang kuat," katanya menegaskan.
Terakhir, ia menyampaikan optimisme tentang masa depan Palestina. Ia percaya bangsa Palestina akan merdeka dan umat Islam suatu hari dapat beribadah lagi di Masjidil Aqsa, tanpa adanya penjajahan yang menghalangi.
“Sebentar lagi kita semua akan shalat di Masjidil Aqsa, insyaAllah,” tutupnya penuh keyakinan.

