Luncurkan Buku The Art of Simple Leadership, Jerry Hermawan Lo Bagikan Kisah Inspiratif
SinPo.id - Pendiri JHL Group Jerry Hermawan Lo meluncurkan buku bertajuk The Art of Simple Leadership di Gedung Garuda Ballroom Episode Hotel Gading Serpong Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat, 8 Mei 2026.
Ia menceritakan mengenai pengalaman hidup dan jejak kepemimpinan dari seorang pengusaha visioner yang dimulai dari nol dan tanpa gelar akademik hingga menuju puncak.
"Kuncinya adalah memotivasi diri sendiri. Jangan bergantung pada motivasi orang lain, karena semangat itu perlahan akan hilang. Teruslah melangkah, sekecil apa pun itu," kata Jerry kepada para mahasiswa.
Buku yang ditulis Steven Beteng setebal 373 halaman itu bercerita mengenai pengalaman hidup dan jejak kepemimpinan dari seorang pengusaha visioner yang dimulai dari nol dan tanpa gelar akademik.
Siapa sangka, sosok di balik imperium bisnis JHL Group lahir dari keluarga sederhana di Medan; ayahnya seorang penjaja minyak keliling dan ibunya pedagang nasi uduk.
Jerry pun sempat membagikan kunci suksesnya yang tidak biasa. Meski putus sekolah sejak SD, ia membuktikan bahwa "Universitas Kehidupan" mampu mencetak pemimpin hebat.
Tak hanya lihai berbisnis, darah aktivis mengalir kuat dalam nadinya. Melalui Forum Persaudaraan Anak Bangsa (F-PAB) yang dibentuknya saat Reformasi 1998, Jerry menjadi tokoh kunci yang memperjuangkan penghapusan SBKRI bagi warga etnis Tionghoa.
Ia juga sosok yang gigih menyelamatkan gedung cagar budaya Candra Naya dari penggusuran. Baginya, keberagaman Indonesia adalah fakta sosial yang harus dirawat dengan kedamaian.
Buku setebal 361 halaman terbitan Kompas ini merangkum filosofi kepemimpinan Jerry yang unik. Ditulis oleh dr. Steven Beteng, buku ini menyoroti dua sisi utama:
Art: Kepemimpinan Jerry dijalankan dengan intuisi dan imajinasi layaknya seniman.
Simple: Caranya bersahaja, tidak berbelit-belit, dan membuktikan bahwa menjadi pemimpin hebat tak selalu butuh gelar tinggi, melainkan keberanian mengambil keputusan.
Kini, di usianya yang telah memiliki belasan cucu, Jerry telah memiliki segalanya—mulai dari jaringan hotel mewah, otomotif, hingga agro bisnis. Namun, ia tidak lupa darat. Melalui Yayasan Merah Putih Kasih, ia berkomitmen mencetak 1.200 sarjana pertanian untuk masa depan Indonesia.
Kisah Jerry adalah bukti nyata bahwa nasib bukanlah garis mati, melainkan sesuatu yang bisa ditantang dan diubah dengan kerja keras serta integritas.
