Iran Ajukan Respons ‘Akhiri Perang’ atas Proposal AS Lewat Mediasi Pakistan
SinPo.id - Iran resmi menyampaikan respons atas proposal terbaru Amerika Serikat untuk mengakhiri perang melalui mediator Pakistan, menurut laporan kantor berita resmi IRNA.
“Respons Republik Islam Iran terhadap proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang telah dikirimkan kepada mediator Pakistan hari ini,” tulis IRNA, Minggu 10 Mei 2026.
Menurut sumber yang dekat dengan proses perundingan, tahap negosiasi saat ini difokuskan pada penghentian pertempuran di kawasan serta pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Fokus Negosiasi
Cessation of hostilities di berbagai front, termasuk Lebanon.
Reopening Strait of Hormuz untuk lalu lintas kapal dagang.
Diskusi lanjutan terkait isu yang lebih sulit, seperti program nuklir Iran.
Pernyataan Presiden Pezeshkian
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa pembicaraan dengan AS bukanlah bentuk kelemahan.
“Jika ada pembicaraan atau negosiasi, itu bukan berarti menyerah atau mundur, melainkan untuk memastikan hak bangsa Iran dan membela kepentingan nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, Iran “tidak akan pernah tunduk kepada musuh” dalam situasi apapun.
Latar Belakang
Perang pecah sejak 28 Februari 2026 setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Iran membalas dengan serangan ke Israel dan sekutu AS di Teluk, serta menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata diberlakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, membuka ruang bagi diplomasi.
