Iran Tolak Proposal Damai AS, Tegaskan 'Tak Akan Pernah Tunduk' di Tengah Serangan Drone

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 11 Mei 2026 | 01:11 WIB
Perang (Pixabay)
Perang (Pixabay)

SinPo.id -  Iran menolak proposal damai terbaru Amerika Serikat yang disampaikan melalui Pakistan, dengan menegaskan bahwa pihaknya “tidak akan pernah tunduk kepada musuh”. Pernyataan keras ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Teluk setelah serangan drone mengenai sebuah kapal kargo yang berlayar menuju Qatar dari Abu Dhabi pada Minggu.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menulis di X:

“Kami tidak akan pernah tunduk kepada musuh, dan jika ada pembicaraan atau negosiasi, itu bukan berarti menyerah atau mundur.”

Ancaman ke Inggris dan Prancis

Iran juga memperingatkan Inggris dan Prancis agar tidak mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz. Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa hanya Iran yang berhak menjaga keamanan di jalur vital tersebut, dan akan memberikan “respons tegas dan segera” jika ada intervensi.

Respons Internasional

Qatar: Perdana Menteri Qatar mengingatkan Iran bahwa menjadikan Selat Hormuz sebagai “kartu tekanan” hanya akan memperdalam krisis.

Israel: PM Benjamin Netanyahu menegaskan perang tidak akan berakhir sampai stok uranium Iran “dihilangkan”.

Amerika Serikat: Presiden Donald Trump menyebut Iran sudah “dikalahkan secara militer” dan mengklaim AS bisa menghantam “setiap target” dalam dua minggu.

Eskalasi di Lapangan

Israel dilaporkan mendirikan pangkalan darurat di Irak.

Serangan udara Israel di Lebanon menewaskan dua paramedis dari organisasi kesehatan afiliasi Hezbollah.

Korea Selatan menyebut kapal kargonya di Selat Hormuz terkena serangan “dua pesawat tak dikenal” pada 4 Mei, yang dibantah Iran.

Operasi Epic Fury

Menurut Pentagon, perang yang diberi sandi Operation Epic Fury telah menelan biaya sekitar $25 miliar hingga akhir April. Seorang senator AS memperingatkan bahwa stok senjata presisi seperti Tomahawk dan Patriot sudah terkuras, dan butuh “bertahun-tahun” untuk dipulihkan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI