DLH DKI Ajak Warga Jakarta Pilah Sampah dari Rumah

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:32 WIB
Ilustrasi Warga Pilah Sampah dari Rumah (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Ilustrasi Warga Pilah Sampah dari Rumah (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak warga memilah sampah dari rumah sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah dan mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang. Ajakan itu digaungkan melalui deklarasi “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah” dalam rangkaian pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta menuju lima abad di Koridor Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu, 10 Mei 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan pemilahan sampah dari sumber menjadi langkah penting karena mayoritas timbulan sampah berasal dari rumah tangga. 

Menurut dia, hampir separuh sampah rumah tangga berupa sampah organik dan sebagian lainnya masih dapat didaur ulang.

“Melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa memilah sampah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bersama untuk menyelamatkan Jakarta dari darurat sampah,” kata Dudi di Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026.

Dudi menjelaskan pemilahan sejak dari rumah memungkinkan sebagian besar sampah diselesaikan di tingkat hulu. Sampah organik dapat diolah, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang atau ditabung. Adapun sampah residu menjadi satu-satunya jenis sampah yang dikirim ke fasilitas pengolahan akhir.

Menurut dia, langkah tersebut semakin penting karena mulai 1 Agustus 2026 TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu. 

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menargetkan pada 2027 TPST Bantargebang tidak lagi menerima sampah," ucapnya. 

Karena itu, kata Dudi, perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Jakarta. 

Dia mencontohkan Kelurahan Rorotan yang mulai menerapkan sistem pemilahan sampah dan akan dijadikan model untuk wilayah lain.

“Praktik baik di tingkat kelurahan menunjukkan pengurangan sampah dari sumber dapat dilakukan apabila pemerintah, warga, dan kolaborator bergerak bersama,” ujar Dudi. 

Deklarasi “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah” rencananya dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup, serta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kegiatan itu juga menghadirkan edukasi dan aktivasi interaktif terkait budaya memilah sampah.

Warga dapat mengikuti aktivasi menabung sampah anorganik untuk memahami nilai ekonomi dari sampah yang dipilah. Sejumlah kolaborator dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar Lingkungan Hidup Klaster Persampahan, seperti Rekosistem, Plasticpay, Paragon Technology & Innovation, dan Rumah Sosial Kutub, turut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Selain deklarasi bersama, acara diisi penayangan video edukasi, kampanye pemilahan sampah, dan penyuluhan oleh ratusan petugas. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga mengerahkan 200 petugas kebersihan beserta sarana pendukung di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said.

“Gerakan memilah sampah organik, anorganik, limbah B3 rumah tangga, dan residu dari sumber merupakan langkah sederhana, tetapi berdampak besar bagi masa depan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Dudi.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI