Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Legislator: Harus Jadi Momentum Pertumbuhan Berkualitas-Inklusif

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 08 Mei 2026 | 11:33 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Marwan Cik Asan. (SinPo.id/Dok. Pribadi)
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Marwan Cik Asan. (SinPo.id/Dok. Pribadi)

SinPo.id - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Marwan Cik Asan, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% (year-on-year) pada triwulan I-2026 sebagai sinyal positif di tengah ketidakpastian global.

“Capaian ini patut diapresiasi dan menunjukkan fondasi ekonomi domestik yang relatif kuat. Dengan tren ini, target pertumbuhan APBN 2026 sebesar 5,4 persen menjadi semakin realistis,” ujar Marwan.

Namun demikian, Marwan mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya berkualitas. Ia menyoroti masih dominannya sektor tenaga kerja informal, yang mencapai sekitar 59 persen dari total tenaga kerja nasional.

“Artinya, sebagian besar pekerja kita masih menghadapi produktivitas rendah, pendapatan tidak stabil, dan minim perlindungan sosial. Ini menjadi pekerjaan rumah besar,” tegasnya.

Menurutnya, struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih menghadapi tantangan, terutama karena ketergantungan tinggi pada konsumsi domestik, sementara kontribusi sektor produksi bernilai tambah dan ekspor masih terbatas.

Karena itu, Marwan menekankan pentingnya menjadikan momentum pertumbuhan ini untuk mendorong transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Ia mendorong pemerintah untuk fokus pada lima langkah strategis:

1. Memperkuat industri pengolahan dan manufaktur berorientasi ekspor yang padat karya.
2. Mendorong UMKM naik kelas menjadi usaha formal melalui kemudahan regulasi dan pembiayaan.
3. Meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang relevan.
4. Memperbaiki iklim investasi dengan reformasi birokrasi dan kepastian hukum.
5. Memperluas perlindungan sosial tenaga kerja untuk mendorong formalisasi.

“Pertumbuhan 5,61 persen bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan itu mampu menciptakan lapangan kerja formal dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara nyata,” pungkas Marwan

BERITALAINNYA
BERITATERKINI