Legislator Soroti Melemahnya Sejumlah Indikator Industri

Laporan: Galuh Ratnatika
Jumat, 08 Mei 2026 | 10:10 WIB
Ilustrasi. Rapat Paripurna DPR RI. (Ashar/SinPo.id)
Ilustrasi. Rapat Paripurna DPR RI. (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak, menyoroti melemahnya sejumlah indikator industri, seperti PMI manufaktur yang turun ke level kontraksi 49,1 dan penurunan indeks keyakinan industri, di tengah pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan banyak pelaku usaha sedang berada dalam fase bertahan atau survival mode akibat tekanan biaya produksi, lemahnya daya beli masyarakat, dan ketidakpastian ekonomi global.

Sehingga, pihaknya mendorong pemerintah mempercepat implementasi kebijakan low cost economy guna meningkatkan daya saing industri nasional.

Ia pun menilai tingginya biaya energi, logistik, serta berbagai hambatan non-produktif seperti pungutan liar masih menjadi beban serius bagi dunia usaha.

“Kalau biaya usaha tinggi, industri akan kesulitan berekspansi dan penyerapan tenaga kerja ikut melambat. Ini yang harus segera dibenahi bersama,” kata Amin, dalam keterangan persnya, Jumat, 8 Mei 2026.

Selain itu, Amin juga menilai pola investasi yang kini lebih dominan masuk ke sektor padat modal juga perlu menjadi perhatian pemerintah. Karena menurutnya, investasi saat ini relatif lebih kecil dalam menyerap tenaga kerja dibanding beberapa tahun lalu.

Seperti misalnya investasi Rp1 triliun pada satu dekade lalu mampu menyerap sekitar 3.000 pekerja, sedangkan saat ini rata-rata hanya sekitar 1.200 hingga 1.300 pekerja.

Selain itu, Amin juga meminta pemerintah daerah lebih aktif menciptakan iklim investasi yang sehat melalui penyederhanaan regulasi, kepastian hukum, keamanan usaha, dan pemberian insentif yang tepat sasaran.

Karena ia menilai relokasi sejumlah pabrik dari Jawa Barat ke Jawa Tengah turut memberi dampak terhadap meningkatnya PHK di beberapa kawasan industri.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI