Legislastor PKS: Pertumbuhan Ekonomi Penting, Tapi Lebih Utama Dirasakan Masyarakat

Laporan: Galuh Ratnatika
Jumat, 08 Mei 2026 | 09:25 WIB
Ilustrasi. Rapat Paripurna DPR RI. (Ashar/SinPo.id)
Ilustrasi. Rapat Paripurna DPR RI. (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak, meminta pemerintah tetap mewaspadai tekanan yang dirasakan dunia usaha di tengah meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026, sebesar 5,61 persen.

“Pertumbuhan ekonomi tentu penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana pertumbuhan itu benar-benar dirasakan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan daya beli, dan keberlangsungan usaha,” kata Amin, dalam keterangan persnya, dikutip Jumat, 8 Mei 2026.

Ia pun menyoroti peringatan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terkait potensi PHK di sejumlah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan, mulai dari tekstil, plastik, elektronik, otomotif, hingga semen.

Bahkan berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang Januari hingga Maret 2026 terdapat 8.389 pekerja terkena PHK. Jawa Barat menjadi provinsi dengan angka PHK tertinggi, disusul Jawa Tengah, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional masih menghadapi tantangan serius di level industri dan ketenagakerjaan.

Terlebih, kata Amin, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 masih banyak ditopang oleh konsumsi pemerintah yang tumbuh 21,81 persen. Sehingga ia mengingatkan pentingnya pertumbuhan yang berbasis sektor produktif dan aktivitas dunia usaha agar pertumbuhan ekonomi lebih berkelanjutan.

“Stimulus pemerintah memang penting untuk menjaga momentum ekonomi. Tetapi ke depan, penguatan sektor industri dan dunia usaha harus menjadi perhatian utama agar pertumbuhan ekonomi tidak banyak bergantung pada belanja pemerintah,” tuturnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI