Kemenhaj Dorong Disiplin Ibadah di Tengah Cuaca Ekstrem Arab Saudi
SinPo.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menekankan pentingnya disiplin ibadah dan kepatuhan jemaah haji Indonesia terhadap arahan petugas di tengah suhu ekstrem yang mencapai 44 derajat Celsius di Makkah dan Madinah.
Imbauan ini disampaikan untuk menjaga keselamatan jemaah menjelang puncak ibadah haji.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengatakan pengaturan aktivitas ibadah menjadi kunci agar jemaah tetap mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik tanpa mengorbankan kondisi fisik.
“Jemaah kami imbau untuk mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan fisik, menghindari kelelahan dengan istirahat yang cukup, serta segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan,” kata Ichsan dalam keterangan resminya, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurut dia, kondisi cuaca panas menuntut jemaah lebih disiplin dalam menjaga stamina. Untuk itu, Ichsan meminta jemaah memperbanyak konsumsi air, menggunakan pelindung diri seperti payung dan topi, serta mengenakan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan.
“Dengan suhu di Madinah dan Makkah yang berkisar antara 38 hingga 44 derajat Celsius, kedisiplinan dalam menjaga kondisi fisik menjadi sangat penting,” tuturnya.
Selain aspek kesehatan, kata Ichan, Kemenhaj juga memperkuat layanan bimbingan ibadah yang dilakukan secara langsung di sektor dan fasilitas kesehatan.
"Layanan itu mencakup konsultasi pelaksanaan umrah sunah setelah umrah wajib, pendampingan jemaah, hingga pemanduan niat ihram isytiroth bagi jemaah sakit di Klinik Kesehatan Haji Indonesia sebelum ke Makkah," ungkap Ichsan.
Ichsan menyebut layanan tersebut bertujuan memastikan ibadah tetap berjalan sesuai tuntunan syariat, meski sebagian jemaah berada dalam kondisi terbatas.
“Layanan ini menjadi bagian penting dalam memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan benar, tertib, dan sesuai tuntunan syariat,” kata dia.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, pemerintah juga menyoroti fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sebagai periode paling krusial.
Ichan meminta, jemaah menghindari aktivitas yang tidak diperlukan, termasuk city tour, sebelum memasuki rangkaian tersebut.
“Hindari aktivitas yang berisiko melelahkan sebelum Armuzna. Jangan mengikuti city tour sebelum puncak haji,” ucap Ichsan.
Selain itu, lanjut Ichsan, pemerintah kembali mengingatkan agar masyarakat tidak berangkat haji tanpa visa resmi.
Dia menegaskan, kepatuhan terhadap aturan dan koordinasi dengan petugas disebut menjadi faktor penting dalam kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
