Trump Ancam akan Lenyapkan Iran Jika Kapal AS Diserang

Laporan: Galuh Ratnatika
Selasa, 05 Mei 2026 | 09:25 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (SinPo.id/AP)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (SinPo.id/AP)

SinPo.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengancam akan melenyapkan Iran dari muka bumi jika menyerang kapal-kapal AS. Ancaman tersebut ia keluarkan seiring dengan meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz.

Pertempuran bahkan kembali terjadi ketika Iran menyerang Uni Emirat Arab, dan Trump mengatakan militer AS menembak jatuh tujuh kapal kecil Iran di dekat Hormuz. Hal itu mendorong gencatan senjata ke ambang kehancuran.

Dalam sebuah wawancara, Trump menegaskan kembali kekuatan militernya dengan kualitas yang tinggi dan mampu melenyapkan Iran. Hal itu ia sampaikan sebagai ancaman terhadap Iran yang hingga kini masih belum membuka Selat Hormuz untuk jalur perdagangan.

“Kita memiliki lebih banyak senjata dan amunisi dengan kualitas jauh lebih tinggi daripada sebelumnya,” kata Trump, dilansir dari Fox News, Selasa, 5 Mei 2026.

“Kita memiliki peralatan terbaik. Kita memiliki perlengkapan di seluruh dunia. Kita memiliki pangkalan-pangkalan ini di seluruh dunia. Semuanya dilengkapi dengan peralatan. Kita dapat menggunakan semua perlengkapan itu, dan kita akan menggunakannya jika kita membutuhkannya," imbuhnya.

Militer AS sendiri telah mulai menerapkan rencana Trump pada hari Senin, yang disebut sebagai Proyek Kebebasan, untuk memandu kapal-kapal melalui Hormuz dan mematahkan blokade Iran di jalur pelayaran strategis tersebut.

Laksamana Brad Cooper, kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), mengatakan kapal-kapal yang terdampar di daerah tersebut milik 87 negara yang merupakan pihak yang tidak bersalah dalam konflik tersebut.

“Selama 12 jam terakhir, kami telah menghubungi puluhan kapal dan perusahaan pelayaran untuk mendorong arus lalu lintas melalui [Selat Hormuz], sesuai dengan niat presiden untuk membantu memandu kapal dengan aman melalui koridor perdagangan yang sempit,” kata Cooper dalam sebuah pernyataan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI