Gus Ipul: Operator Desa Kunci Keberhasilan Pengentasan Kemiskinan
SinPo.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menilai, operator data desa memegang peran penting dalam pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Akurasi data sangat bergantung pada kualitas input dari tingkat desa.
"Kepala desa, bupati hingga Mensos tergantung hasil yang diinput oleh operator data desa. BPS (juga) tergantung data yang diinput operator data desa. Jadi, nasib kita tergantung operator data desa," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Minggu, 3 April 2026.
Gus Ipul menjelaskan, data yang dihimpun operator desa menjadi fondasi utama bagi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam melakukan pemutakhiran. Karena itu, peran operator desa tak hanya bersifat administratif, tetapi menentukan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial dan program-program pemberdayaan.
Dia juga menyoroti masih adanya persepsi di masyarakat bahwa bantuan sosial hanya diberikan kepada kelompok tertentu yang memiliki kedekatan dengan aparat desa. Untuk menjawab hal tersebut, Kemensos membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya guna menjaga transparansi dan kualitas data.
"Maka itu Bapak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan agar kita terbuka terhadap data. Partisipasi masyarakat dibuka selebar-lebarnya," ujarnya.
Melalui jalur partisipatif, masyarakat dapat mengusulkan maupun menyanggah data melalui aplikasi Cek Bansos, pendamping PKH, call center 021-171, atau WhatsApp 0887-7171-171. Seluruh usulan tersebut akan diverifikasi oleh BPS untuk diperbarui setiap tiga bulan.
Gus Ipul menegaskan, data bersifat dinamis dan dapat berubah setiap saat. Karenanya, pemutakhiran harus dilakukan secara berkelanjutan.
Meski proses pembaruan bisa dilakukan kapan saja, hasilnya akan dirilis setiap tiga bulan dan menjadi dasar penyaluran bantuan sosial. Di sisi lain, Gus Ipul kembali mengingatkan bahwa bansos hanya jembatan menuju kemandirian. Jadi masyarakat tidak boleh ketergantungan terhadap bansos.
"Maka itu saya memohon kepada Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan seluruh jajaran Kabupaten Tegal untuk bersama-sama melakukan pemutakhiran secara berkelanjutan. Kalau datanya sudah benar, maka berikutnya bansosnya harus tepat sasaran," tukasnya.

