Abdul Mu’ti Tekankan Pentingnya Deep Learning demi Pendidikan Bermutu untuk Semua

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 03 Mei 2026 | 15:13 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. (SinPo.id/dok. Dikdasmen)
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. (SinPo.id/dok. Dikdasmen)

SinPo.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak, dan peradaban bangsa. Hal itu disampaikan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. 

"Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya," kata Mu'ti dalam keterangannya, Minggu, 2026. 

Kemendikdasmen, lanjut Mu'ti, mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas, untuk mewujudkan tujuan mulia pendidikan tersebut. Pendekatan ini menempatkan proses belajar sebagai pengalaman yang bermakna dan berpusat pada pengembangan potensi murid secara utuh. 

"Sebuah adagium populer menyebutkan: jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas. Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional," tuturnya.

Untuk mendukung implementasi tersebut, Kemendikdasmen telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis berikut. Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto telah membawa dampak nyata bagi dunia pendidikan. Pada tahun 2025, program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan. 

Sementara itu, program Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) telah dimanfaatkan di lebih dari 288 ribu satuan pendidikan.

Kemudian, Kemendikdasmen juga terus mendorong pemenuhan kualifikasi, peningkatan kompetensi, serta kesejahteraan guru sebagai kunci utama pembelajaran yang berkualitas.

Penguatan karakter dilakukan melalui penciptaan lingkungan dan budaya sekolah yang aman dan nyaman, sesuai arahan Presiden tentang budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), agar sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi semua murid. Peningkatan kualitas pembelajaran diperkuat melalui literasi, numerasi Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM), serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). 

Upaya ini turut diiringi dengan perluasan akses layanan pendidikan yang lebih mudah, terjangkau, dan fleksibel, melalui berbagai skema seperti sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, komunitas belajar, dan sekolah terbuka.

Dalam beberapa bulan terakhir, Kemendikdasmen telah meletakkan fondasi pendidikan nasional melalui berbagai regulasi dan penguatan ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. 

"Upaya ini menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak," kata Mu'ti. 

Lebih lanjut, Mu'ti mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat kerja sama dalam memajukan pendidikan. "Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat," tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI