Iran Tegaskan Nuklir dan Rudal Tak Masuk Agenda, Negosiasi dengan AS Makin Buntu

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 03 Mei 2026 | 03:41 WIB
Iran (pixabay)
Iran (pixabay)

SinPo.id -  Upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu setelah Pemimpin Tertinggi Iran menegaskan bahwa program nuklir dan rudal nasional berada di luar meja perundingan. Pernyataan ini memperjelas garis pertempuran politik sekaligus memperkeras sikap kedua belah pihak.

Menurut laporan, meski ada kesan “negosiasi bayangan” masih berlangsung, sikap resmi Washington justru semakin mengeras. Presiden AS disebut hanya membuka ruang komunikasi terbatas, sementara Iran menolak kompromi atas isu strategis pertahanan.

Analisis menyebut kebuntuan ini berisiko meningkatkan ketegangan regional dan menekan harga minyak dunia. Aktivitas militer AS di kawasan Teluk, termasuk pergerakan pesawat tanker KC-135 dan KC-46 Pegasus, memperkuat kesan bahwa opsi konfrontasi tetap terbuka.

Pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, yang disampaikan melalui siaran IRIB, juga ditafsirkan sebagai pesan internal untuk meneguhkan kesatuan politik di tengah perbedaan pandangan antara parlemen, pemerintahan reformis, dan kalangan garis keras.

Kebuntuan perundingan di Islamabad pada April lalu, yang sempat memberi harapan akan terobosan, kini dianggap sebagai “non-starter.” Optimisme semu yang sempat muncul di kalangan publik dan pasar, termasuk investasi pada mata uang Iran, kini dipandang berisiko sia-sia.

Dengan garis pertempuran yang semakin jelas, para pengamat memperingatkan kemungkinan meningkatnya kerusakan di kawasan, lonjakan harga energi global, serta keterlibatan aktor regional lain dalam konflik.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI