Israel Gempur Lebanon dengan 50 Serangan Udara, Abaikan Tekanan Trump

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 03 Mei 2026 | 05:40 WIB
Lebih dari 112 orang dilaporkan tewas dan 837 orang terluka akibat serangan Israel di Lebanon. (SinPo.id/Al Jazeera)
Lebih dari 112 orang dilaporkan tewas dan 837 orang terluka akibat serangan Israel di Lebanon. (SinPo.id/Al Jazeera)

SinPo.id -  Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini menuntut Israel menghentikan kampanye pengeboman di Lebanon dalam rangka mengamankan kesepakatan damai dengan Iran, militer Israel mengonfirmasi telah melancarkan sekitar 50 serangan udara yang diklaim menyasar infrastruktur Hezbollah, demikian dilaporkan NBC News, Sabtu 2 Mei 2026

Bulan lalu, Trump mengeluarkan pernyataan keras yang menyebut Israel “dilarang oleh AS” untuk melanjutkan pengeboman di Lebanon. Tuntutan penghentian serangan Israel menjadi salah satu syarat utama Iran dalam negosiasi dengan Washington.

Namun, awal pekan ini Trump melunak dengan meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar bertindak “lebih terarah” di Lebanon. Ia menilai tingkat kehancuran yang ditimbulkan Israel justru merusak citra negara tersebut.

Terlepas dari desakan Trump, Israel tetap melanjutkan serangan intensif ke Lebanon Selatan, menghancurkan kawasan permukiman dan menewaskan sedikitnya tujuh orang pada Sabtu. Padahal Israel sebelumnya telah menyetujui gencatan senjata dengan Lebanon atas permintaan Trump.

Invasi Israel ke Lebanon sejak Maret telah memicu krisis kemanusiaan, mengakibatkan lebih dari 1 juta orang mengungsi — termasuk 350.000 anak-anak — serta menewaskan sedikitnya 2.618 orang dan melukai 8.094 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI