Insiden Bus di Madinah, Kemenhaj Fokus Pantau Kesehatan Jemaah

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 30 April 2026 | 21:18 WIB
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Suci Annisa (SinPo.id/Kemenhaj RI)
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Suci Annisa (SinPo.id/Kemenhaj RI)

SinPo.id - Pemerintah memprioritaskan pemantauan kondisi kesehatan jemaah haji pasca insiden kecelakaan bus yang melibatkan Kloter SUB-02 dan JKS-01 di Madinah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan optimal dan mencegah risiko lanjutan.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Suci Annisa, mengatakan mayoritas jemaah yang mengalami luka ringan telah ditangani dan kini berangsur pulih. 

“Para korban yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan dan berangsur pulih,” ujar Suci dalam keterangannya, Kamis, 30 April 2026.

Kendati demikian, kata dia, satu jemaah atas nama Sri Sugihartini dari Kloter SUB-02 masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Araf Saudi Al-Hayat, Madinah. 

Menurut Suci, pemerintah memastikan kondisi pasien terus dipantau secara ketat oleh tim medis. 

“Kami pastikan kondisinya terus dipantau oleh petugas kesehatan,” kata Suci.

Dia menegaskan, pemerintah memahami situasi yang terjadi dan menyayangkan insiden tersebut karena menimbulkan korban luka. Namun demikian, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh jemaah terdampak mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

Di sisi lain, evaluasi juga dilakukan terhadap penyebab insiden. Suci menyebut, hasil pendalaman menunjukkan kegiatan yang diikuti jemaah merupakan agenda di luar program resmi dan tidak dilaporkan kepada petugas sektor.

"Meski proses penegakan aturan tetap berjalan, Kementerian menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan jemaah menjadi prioritas utama," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI